Kembali Bugar, Jessica Pegula Bidik Hasil Maksimal di Wuhan
Selasa, 13 Okt 2026, 06:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: WTA
WUHAN — Jessica Pegula terlambat memulai rangkaian turnamen Asia tahun ini. Namun, petenis peringkat teratas Amerika Serikat itu masih memiliki sejumlah target yang ingin dicapai dalam pekan-pekan terakhir musim 2026 di WTA Tour.
Setelah menepi sejak mencapai semifinal US Open akibat kelelahan fisik setelah menjalani musim panas yang padat, Pegula mengaku kini telah kembali bugar. Petenis berusia 32 tahun itu pun bertekad menutup musim dengan hasil maksimal.
Pegula menunjukkan performa konsisten dalam rangkaian turnamen lapangan keras setelah Wimbledon. Dari empat turnamen yang diikutinya, ia berhasil mencapai semifinal atau lebih baik pada tiga kesempatan. Perjalanan tersebut berakhir di semifinal US Open setelah ia dikalahkan Aryna Sabalenka di New York.
Seusai turnamen Grand Slam tersebut, Pegula mengakui jadwal pertandingan yang padat mulai memberikan dampak terhadap kondisi fisik dan mentalnya. Ia kemudian memutuskan mundur dari turnamen yang dijadwalkan berlangsung di Singapura dan Beijing.
“Kadang-kadang, hal seperti ini terjadi akibat akumulasi dari banyak pertandingan dan terlalu sering bermain tenis,” kata Pegula pada Minggu, menjelang dimulainya Dongfeng · Voyah Wuhan Open.
“Ketika sebuah turnamen besar akhirnya selesai, saya terkadang mulai merasa sedikit kelelahan. Setidaknya, itulah yang saya alami,” ujarnya.
Menurut Pegula, memahami kondisi tubuh dan menjaga keseimbangan mental menjadi bagian penting dalam menentukan kapan harus beristirahat.
“Bagi saya, menjaga keseimbangan kondisi fisik dan mental berarti mengetahui kapan saya sudah mencapai batas dan mungkin sudah waktunya memberikan kesempatan kepada tubuh untuk pulih, sekaligus mengejar ketertinggalan dari semua aktivitas dan adrenalin yang saya rasakan selama beberapa bulan terakhir,” tuturnya.
Setelah beberapa pekan menjalani rutinitas di rumah bersama suaminya, Taylor Gahagen, dan tiga anjing peliharaan mereka, Pegula mengaku kondisinya kini telah kembali normal.
Ia pun siap memaksimalkan kesempatan pada turnamen-turnamen tersisa musim ini. Salah satu target penting yang masih ingin dipastikan adalah tiket menuju WTA Finals, turnamen penutup musim yang mempertemukan para petenis terbaik dunia.
Saat ini, Pegula menempati peringkat ketiga dalam klasemen Race to the WTA Finals. Posisi tersebut menempatkannya dalam persaingan menuju kejuaraan akhir musim, meskipun ia belum secara resmi memastikan tempatnya.
Wuhan menjadi salah satu kesempatan penting bagi Pegula untuk mengumpulkan poin sekaligus membangun momentum. Tahun ini, ia kembali tampil di turnamen tersebut dengan status finalis bertahan.
Pegula menegaskan bahwa kembali ke Wuhan memang sudah menjadi bagian dari rencananya. Ia tidak ingin melewatkan kesempatan bersaing di turnamen level WTA 1000, meskipun harus mengubah jadwal setelah memutuskan mundur dari Beijing.
“Saya pikir berkompetisi di turnamen WTA 1000 selalu menjadi kesempatan bagus untuk mencoba memenangi gelar dan memberikan yang terbaik,” kata Pegula.
“Saya sebenarnya tidak ingin melewatkan Beijing. Karena itu, kembali ke Wuhan memang sudah menjadi sesuatu yang sejak awal saya rencanakan,” lanjutnya.
Pegula datang ke Wuhan dengan status unggulan kedua. Ia akan memulai kiprahnya dengan menghadapi pemenang pertandingan antara Jelena Ostapenko dan Daria Kasatkina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!