Melongok Isi Bunker-bunker Perang Dingin Negara Nordik dengan Lintasan Gokart, Kolam Renang, dan Lapangan Bola
📅 Selasa, 22 Sep 2026, 00:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SLehtiranta kini melatih sukarelawan untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat pada masa perang. Salah satu bunker tertua yang ditunjukkannya berasal dari 1941 dan pernah digunakan puluhan keluarga untuk berlindung dari pemboman Soviet selama Perang Dunia II.
Bunker jadi pusat data di Stockholm
Swedia juga mempertahankan sejumlah infrastruktur bawah tanah, meskipun sebagian telah menemukan fungsi baru.
Di Stockholm, sebuah bunker sekitar 30 meter di bawah tanah kini digunakan sebagai pusat data milik perusahaan Swedia Bahnhof.
Ruang server dibangun di dalam formasi batuan granit dan gneiss. Generator dan perangkat teknologi berada di balik struktur bunker yang pada awalnya dirancang untuk memberikan perlindungan dalam situasi konflik.
Pada saat yang sama, Swedia memperkuat kembali kemampuan pertahanannya. Negara tersebut menghidupkan kembali wajib militer pada 2017, tujuh tahun setelah kebijakan tersebut sebelumnya dihentikan.
Salah satu bunker terbesar di Stockholm, Katarinaberget, juga menunjukkan skala infrastruktur bawah tanah yang dibangun untuk menghadapi ancaman perang pada masa lalu.
Norwegia mulai mengejar ketertinggalan
Norwegia menghadapi kondisi berbeda.
Negara tersebut memiliki sekitar 18.600 tempat perlindungan, tetapi pembangunan bunker baru dihentikan setelah 1998. Tempat perlindungan terbesar di Oslo, yang mampu menampung sekitar 1.100 orang, bahkan belum direnovasi sejak 1992.
Kini, Oslo mulai menghadapi kembali kebutuhan untuk memperkuat pertahanan sipil.
Norwegia telah mengadopsi konsep "pertahanan total", yang melibatkan bukan hanya militer, tetapi juga lembaga pemerintah, dunia usaha dan berbagai sektor masyarakat dalam menghadapi krisis besar maupun kemungkinan perang.
Di Bodø, jejak sejarah pertahanan bahkan masih terlihat dari bunker peninggalan pendudukan Jerman pada Perang Dunia II. Fasilitas yang merupakan bagian dari Atlantic Wall tersebut dipugar pada 2014 dan kini menjadi museum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!