Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program E10 Disiapkan, Jawa-Sumatera-Papua Jadi Tumpuan Bahan Baku

📅 Senin, 12 Okt 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program E10 Disiapkan, Jawa-Sumatera-Papua Jadi Tumpuan Bahan Baku Doc: ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga.
Ket. Uji coba penggunaan Bioethanol E10 di kendaraan jenis mobil.

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan bahan baku untuk bahan bakar nabati (BBN) bioetanol E10 akan berasal dari perkebunan di Jawa, Sumatera, dan Papua.

“Sudah, sudah (dipetakan). Ada sebagian di Jawa, di Sumatera, dan ada sebagian di Papua,” ujar Bahlil ketika dijumpai di sela acara Rakernas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) yang digelar di Jakarta, Senin (12/10).

Bahlil menyampaikan saat ini tengah mematangkan perencanaan penerapan E50 atau campuran etanol sebesar 50 persen dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin.

Dalam perencanaan tersebut, kata dia lagi, terdapat pertimbangan kapasitas industri hingga 2028. Ia tidak ingin penerapan mandatori bioetanol pada 2028 justru mendorong Indonesia untuk melakukan impor etanol.

“Untuk sampai dengan 2028, kami melihat kapasitas industri kita sekarang sudah seperti apa. Karena jangan sampai kita melakukan mandatori, tetapi etanolnya kita impor lagi. Nggak boleh, ya,” ujar dia pula.

Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pentingnya pemerintah untuk segera menerapkan bioetanol, sebab Indonesia masih bergantung kepada impor.

Ia memaparkan, total konsumsi BBM masyarakat Indonesia mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara lifting minyak Indonesia berada di sekitar 600 ribu barel per hari.

“Jadi, kita impor itu kurang lebih sekitar 1 juta barel per hari. Tetapi kita bersyukur, untuk solar kita sudah mempunyai B50, jadi solar kita tidak lagi impor,” kata Bahlil.

Berkaca dari keberhasilan B50, maka Bahlil menyampaikan pemerintah mendorong implementasi E50 yang berbahan baku tebu, singkong, dan jagung.

Menurut Bahlil, langkah tersebut juga akan membangun kawasan pertumbuhan ekonomi yang baru dan menjadi pasar untuk perkebunan singkong.

“Selama ini kan marketnya kalau orang mau tanam singkong siapa yang membeli? Nah, ini. Bikin etanol. Wajib mandatori mulai 2027 kami mulai terapkan. Jadi, ini peluang bisnis juga untuk bangun etanol,” kata Bahlil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.