Melongok Isi Bunker-bunker Perang Dingin Negara Nordik dengan Lintasan Gokart, Kolam Renang, dan Lapangan Bola
📅 Selasa, 22 Sep 2026, 00:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SHELSINKI - Bunker-bunker peninggalan Perang Dunia II dan Perang Dingin di negara-negara Nordik kembali mendapat perhatian. Finlandia, Swedia, dan Norwegia mulai memodernisasi serta menghidupkan kembali sejumlah infrastruktur perlindungan sipil di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik di Eropa akibat perang Rusia-Ukraina.
Di Finlandia, sistem perlindungan sipil bahkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ruang bawah tanah yang awalnya dirancang untuk menghadapi perang kini digunakan sebagai fasilitas olahraga, kolam renang, lintasan gokart, tempat latihan militer hingga area rekreasi.
Dari The Guardian, Finlandia memiliki sekitar 50.500 tempat perlindungan pertahanan sipil dengan kapasitas total sekitar 4,8 juta orang. Jumlah tersebut mencakup sebagian besar populasi negara yang berada di kisaran 5,7 juta jiwa.
Sekitar 85 persen tempat perlindungan tersebut merupakan bunker pribadi berbahan beton bertulang yang berada di dalam bangunan.
Di Helsinki, salah satu kompleks perlindungan terbesar berada sekitar 30 meter di bawah permukaan tanah. Akses menuju fasilitas itu tersembunyi di balik area parkir biasa. Di dalamnya terdapat terowongan antiledakan, dua pintu baja masing-masing berbobot 13 ton, serta ruang dekontaminasi.
Namun, ketika tidak digunakan untuk keadaan darurat, ruang bawah tanah tersebut memiliki fungsi yang jauh berbeda.
Ada lapangan sepak bola dan hoki, pusat kebugaran, taman bermain, kafe hingga fasilitas rekreasi. Bunker lain bahkan digunakan sebagai lintasan gokart sepanjang 300 meter dan klub lempar kapak.
Salah satu kompleks yang selesai dibangun pada 1993 juga berfungsi sebagai pusat olahraga air. Di balik konstruksi bunker, terdapat kolam renang berukuran Olimpiade, seluncuran air, papan loncat, pusat kebugaran dan sauna.
Meski berubah menjadi fasilitas publik, kemampuan pertahanannya tidak sepenuhnya dihilangkan.
Sistem ventilasi dan penyaringan udara, tempat tidur darurat, pancuran, serta toilet kering tetap dirawat secara berkala. Salah satu tempat perlindungan umum di Helsinki dapat menampung sekitar 6.000 orang.
Helsinki juga memiliki 15 tempat perlindungan besar lain dengan desain serupa. Sejumlah fasilitas dapat digunakan perusahaan swasta dalam kondisi normal, tetapi dengan syarat seluruh ruang dapat dikosongkan dalam waktu maksimal 72 jam apabila pemerintah mengeluarkan peringatan.
Dengan tambahan tempat perlindungan wajib di ruang bawah tanah bangunan hunian, kapasitas perlindungan Helsinki bahkan melebihi jumlah penduduk kota.
Perubahan sikap masyarakat terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
"Dulu ini memang menjadi perdebatan, tetapi berkat Putin, sekarang tidak lagi," kata Jukka Lehtiranta, kepala Asosiasi Pertahanan Sipil Helsinki.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!