Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Cukup Andalkan Pusat, Pemerintah Ingin Duplikasi Mesin Pertumbuhan Daerah

📅 Senin, 12 Okt 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Cukup Andalkan Pusat, Pemerintah Ingin Duplikasi Mesin Pertumbuhan Daerah Doc: ANTARA/ Maulana Surya.
Ket. Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik Sari Warna Solo, Jawa Tengah.

JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong replikasi keberhasilan pertumbuhan ekonomi sejumlah daerah, khususnya yang memiliki basis industri pengolahan kuat, guna mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada 2027.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan sejumlah daerah dengan aktivitas industri pengolahan yang kuat terbukti mampu mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

“Kalau ini bisa kita replikasi, dan Insya Allah bisa, target pertumbuhan ekonomi 2027 6 persen itu amat sangat bisa dicapai,” kata Dradjad dalam konferensi pers usai pertemuan, di Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Senin (12/10).

Bahkan, kata Dradjad lagi, strategi itu juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi nasional melampaui target tersebut. Optimisme ini ia dapatkan usai melihat data perkembangan ekonomi daerah yang dipaparkan BPS.

"Kalau melihat data-data BPS, itu rasanya mungkin bisa lebih tinggi dari 6 persen," ujarnya.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan sebanyak 99 kabupaten/kota di Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen pada semester I-2026.

Menurut Amalia, capaian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh kinerja perekonomian di tingkat daerah.

"Pertumbuhan ekonomi nasional itu sebenarnya adalah agregasi dari pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Ia mencontohkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang mampu mencatat pertumbuhan ekonomi mendekati 7 persen, tepatnya 6,85 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan produktivitas pertanian, masuknya investasi, serta pengembangan industri pengolahan porang.

Selain itu, terdapat sejumlah daerah dengan pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen yang ditopang oleh aktivitas industri manufaktur.

Amalia menilai penguatan sektor-sektor produktif di daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.