Pancaroba Picu Risiko ISPA hingga DBD, Dokter Ingatkan Orang Tua Jaga Kesehatan Anak
Minggu, 01 Nov 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Dokter spesialis anak dr. Mulki Angela, Sp.A, Ph.D mengingatkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko penyakit pada masa peralihan musim atau pancaroba.
Mulki mengatakan perubahan kondisi cuaca, paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta meningkatnya risiko penyakit tertentu perlu diantisipasi, terutama pada anak-anak.
“Biasakan mencuci tangan dengan air dan sabun, sebelum makan ataupun setelah bermain, mandi secara teratur, mengganti pakaian secara teratur, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan,” kata Mulki di Jakarta, Sabtu (31/10).
Menurut dia, penyakit yang perlu diwaspadai selama pancaroba hingga musim hujan antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), termasuk infeksi akibat virus seperti influenza A. Di wilayah terdampak karhutla, paparan asap juga berpotensi memicu gangguan pernapasan.
Saat musim hujan mulai berlangsung, risiko penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD), juga perlu diperhatikan. Karena itu, masyarakat disarankan membersihkan genangan air dan menerapkan gerakan 3M Plus untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.
Mulki yang berpraktik di RSU Bunda Jakarta menambahkan keterbatasan air bersih dapat meningkatkan risiko infeksi saluran cerna, seperti diare dan muntah, serta infeksi kulit.
Untuk menjaga kesehatan anak, ia menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan, memberikan makanan bergizi seimbang, serta memastikan anak memperoleh aktivitas fisik dan waktu tidur yang cukup.
“Karena cairan sangat penting untuk tubuh anak kita. Kemudian siapkan juga obat-obatan emergency, misalnya obat penurun panas, harus tersedia di rumah,” tuturnya.
Ia juga menyebut suplementasi vitamin D dapat dipertimbangkan untuk mendukung kebutuhan anak, sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing. Selain itu, orang tua perlu memastikan imunisasi anak lengkap, mengajarkan etika batuk, serta membiasakan penggunaan masker dan menjaga jarak ketika berada di sekitar orang yang sedang sakit.
Perlengkapan untuk menghadapi cuaca hujan, seperti jas hujan, payung, pakaian ganti, dan alas kaki yang aman, juga perlu disiapkan agar anak tetap nyaman saat beraktivitas.
Kelompok Rentan
Sementara itu, akademisi Universitas Muhammadiyah Jember Hendra Kurniawan mengatakan anak-anak dan lanjut usia (lansia) termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan selama masa peralihan musim.
“Perubahan musim atau masa transisi cuaca yang kini tengah terjadi di berbagai wilayah Indonesia tak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat,” kata dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember itu dalam keterangan tertulis di Jember, Jawa Timur, Kamis.
Menurut Hendra, perubahan suhu yang cukup ekstrem membuat tubuh perlu beradaptasi. Jika kemampuan adaptasi tubuh tidak optimal, risiko mengalami gangguan kesehatan dapat meningkat.
Selain ISPA, penyakit yang perlu diwaspadai selama pancaroba meliputi asma, bronkitis, dan pneumonia. Kondisi udara berdebu atau tercemar polusi juga dapat memperburuk gangguan pernapasan. Sementara itu, cuaca lembap dapat mendukung munculnya penyakit seperti DBD, diare, dan infeksi kulit akibat jamur.
Ia menjelaskan anak-anak masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang berkembang, sedangkan daya tahan tubuh lansia cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Karena itu, kedua kelompok tersebut perlu mendapat perhatian lebih dalam menjaga kesehatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!