Petani Gaza Garap Pertanian di Sisa Lahan Konflik
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 21:48 WIB | Oleh: Deri HenriawanSementara itu, kerusakan lahan pertanian dan sistem irigasi, serta meningkatnya kadar garam air telah menurunkan kualitas hasil panen dan membatasi budi daya beberapa varietas.
Sebuah penilaian oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang dirilis pada Agustus menemukan hanya sekitar 448 hektare, atau kira-kira 3 persen, dari lahan pertanian di Gaza yang kondisinya tetap dapat diakses dan tidak rusak.
Otoritas pertanian Gaza yang dikelola Hamas memperkirakan kerugian di sektor pertanian mencapai sekitar 3,49 miliar dollar AS.
Sebelum perang, sektor pertanian menyumbang sekitar 10 persen dari perekonomian Gaza dan menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 560.000 orang.
Kini, bagi para petani seperti Al-Dahdouh, Abu Samhadana, dan Al-Qudra, upaya gigih untuk terus membudidayakan kentang, sayuran, dan jambu biji telah menjadi perjuangan untuk terus mempertahankan mata pencaharian mereka sekaligus menjaga sisa-sisa sektor pertanian Gaza.
Saat gempuran mereda, Al-Dahdouh kembali ke lahan seluas tujuh dunam (0,7 hektare) miliknya, merawat tanaman kentang serta bersiap menanam tomat untuk musim mendatang.
"Saya akan tetap berjuang untuk bertani dan mencari penghasilan demi anak-anak saya," ujar Al-Dahdouh. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!