IHCBS 2026 Dorong AI Berpusat pada Manusia untuk Produktivitas
📅 Jumat, 18 Sep 2026, 17:15 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasMenurut Pandu, Indonesia perlu membangun rasa urgensi agar mampu menghadapi persaingan global yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi.
Dari perspektif pendidikan tinggi, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia seiring pertumbuhan AI yang berlangsung secara eksponensial.
Menurut Stella, perkembangan AI sekaligus membuka peluang bagi Indonesia, termasuk dalam pengembangan computing power, pusat data, dan kebutuhan energi. Namun, peluang tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia agar Indonesia mampu mengambil manfaat dari perubahan teknologi. “Kita perlu menyiapkan Human Capital saat ini. Kalau tidak kita akan termarginalisasi, kita akan kalah dan Indonesia akan mengalami hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Pembahasan IHCBS 2026 juga diperkuat hasil survei mengenai penggunaan AI di perusahaan yang dipaparkan CEO Impactum Insights Vlad Hatieganu. Survei tersebut menunjukkan bahwa perubahan pekerjaan tidak dapat dihindari seiring perkembangan teknologi, namun keterampilan manusia tetap memiliki nilai dalam dunia kerja.
Rangkaian forum ditutup Managing Director Kontan Cipta Wahyana dengan mendorong peserta menerjemahkan diskusi menjadi langkah konkret. Organisasi, antara lain, dapat memilih satu persoalan bisnis, mendesain ulang satu proses kerja, melibatkan pekerja sejak awal, dan mengukur dampaknya.
Dengan demikian, IHCBS 2026 tidak berhenti pada pembahasan mengenai seberapa cepat organisasi mengadopsi AI. Forum ini menegaskan bahwa produktivitas masa depan juga ditentukan oleh kemampuan organisasi menggabungkan teknologi dengan talenta, human ingenuity, kepemimpinan, budaya kerja, serta ekosistem digital yang mendukung.
Transformasi AI pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda teknologi, tetapi juga agenda pembangunan kapasitas manusia agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi, menciptakan nilai, dan mengambil peran dalam perubahan dunia kerja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!