Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dibayangi Gejolak Minyak - 07 Oktober 2026

28 Rabu, 07 Okt 2026, 07:47 WIB | Oleh:
Dibayangi Gejolak Minyak - 07 Oktober 2026 Dibayangi Gejolak Minyak - 07 Oktober 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan tengah pekan seiring pelaku pasar masih men­cermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Ketidak­pastian tersebut berpotensi mendorong investor kembali memilih aset safe haven, sehingga menahan ruang penguat­an rupiah dan menjaga volatilitas nilai tukar tetap tinggi.

Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi melihat salah satu sentimen eks­ternal berasal dari perkembangan konflik di Yaman antara pasukan pemerintah Yaman dengan dukungan Arab Saudi dan kelompok Houthi.

Bagi pasar keuangan, perkem­bangan tersebut penting karena Yaman berada di kawasan yang berdekatan dengan jalur perdagangan energi utama.

Ibrahim menilai eskalasi konflik dapat meningkatkan kekhawatiran mengenai kelancaran distribusi minyak dan memperbesar volatilitas harga energi yang berdampak ru­piah.

Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dolla AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (7/10), bergerak fluktuatif di kisaran 17.750-18.030 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (6/10), bergerak menguat 18 poin atau 0,10 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.899 rupiah per dollar AS.

“Penguatan rupiah dipengaruhi potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) se­makin mengecil,” ujarnya,

Dia menambahkan data ketenagakerjaan dan inflasi yang lebih lemah ini mengurangi kemungkinan adanya ke­naikan suku bunga The Fed pada pertemuan 27-28 Oktober mendatang.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa Personal Consumption Expenditures (PCE) tercatat lebih rendah dari ekspekta­si.

PCE Price Index tetap berada di level 3,4 persen year on year (yoy) pada Agustus 2026, di bawah konsensus sebesar 3,7 persen yoy.

Adapun data nonfarm payrolls (NFP) AS, se­bagaimana laporan Xinhua, bertambah sebanyak 29 ribu lapangan kerja pada September lalu, jauh di bawah perkiraan.

Sementara itu, tingkat pengangguran naik 4,2 persen pada September 2026, meningkat dari 4,1 persen pada bu­lan sebelumnya.

Pertambahan lapangan kerja yang lesu pada bulan September ini kontras dengan kenaikan solid sebesar 133 ribu lapangan kerja pada bulan Agustus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Megapolitan
Mitigasi Bencana, BPBD Tang...
Luar Negeri
Mojtaba Khamenei Masih Mena...

Janice Melaju di Sektor Ganda dan Tunggal

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Melaju di Sektor Gan...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.