Novo Nordisk dan Anthropic Jalin Kemitraan Strategis untuk Percepat Penemuan Obat Berbasis AI
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 17:20 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Novo Nordisk dan perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) Anthropic mengumumkan kerja sama strategis global pada Rabu (7/10/2026). Kolaborasi ini dirancang untuk mendukung Novo mempercepat pengembangan obat-obatan baru sekaligus mendorong inovasi perangkat lunak berbasis AI di seluruh lini operasional perusahaan.
Melalui kemitraan ini, Novo akan memanfaatkan model AI mutakhir dari Anthropic serta Claude Science guna meningkatkan kemampuan penalaran ilmiah dalam aspek penelitian dan pengembangan (R&D). Kedua perusahaan akan bekerja sama secara intensif untuk mengatasi berbagai tantangan utama dalam penemuan obat yang telah diidentifikasi oleh para ilmuwan dan tim komputasi Novo.
Presiden dan CEO Novo, Mike Doustdar, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah besar dalam mewujudkan ambisi perusahaan untuk menjadi entitas kesehatan paling berbasis AI di dunia.
“Kemitraan ini semakin menegaskan ambisi kami untuk menjadi perusahaan kesehatan yang paling berbasis AI di dunia, sekaligus memperkuat berbagai inisiatif AI yang telah dijalankan Novo bersama mitra teknologi lainnya,” ujar Mike Doustdar melalui keterangan resminya pada hari Rabu (7/10).
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Anthropic akan memberikan dorongan signifikan bagi tim R&D serta membantu menjalankan misi perusahaan dalam menghadirkan solusi kesehatan yang transformatif bagi masyarakat dengan penyakit kronis. AI dinilai mampu meningkatkan produktivitas riset, mempersingkat siklus dari laboratorium hingga ke pasar, serta membuka peluang ilmiah baru untuk memahami biologi manusia secara mendalam.
Sebagai langkah awal, Novo akan menguji Claude Science pada alur kerja (workflow) tertentu dalam divisi R&D, khususnya untuk menangani persoalan ilmiah yang paling membutuhkan dukungan komputasi tingkat lanjut. Selain itu, Novo juga akan memanfaatkan teknologi Anthropic untuk memperkuat rekayasa perangkat lunak berbasis agen AI (agentic software engineering), yang menjadi kunci untuk memperluas adopsi AI di seluruh lini perusahaan.
Dari pihak Anthropic, Co-Founder dan CEO Anthropic, Dario Amodei, meyakini bahwa teknologi AI memiliki potensi untuk memangkas linimasa riset secara drastis di bidang medis.
“Dengan kemampuan AI yang terus meningkat, terobosan di bidang biologi dan medis yang biasanya dicapai dalam satu abad, berpotensi dapat terwujud hanya dalam satu dekade,” ujar Dario.
“Melalui penyediaan akses bagi para peneliti terkemuka terhadap model AI mutakhir yang aman dan tepercaya, kami dapat mempersingkat waktu penelitian, meningkatkan hasilnya, serta menemukan terapi yang secara signifikan meningkatkan kualitas hidup manusia,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!