Riset Evident: Wamen dan Waka Badan Tidak Sekadar Ban Serep.
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 18:30 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Evident
Lembaga riset independen EVIDENT Institute Indonesia merilis 10 Wakil Menteri dan Wakil Kepala Badan Kabinet Merah Putih yang memiliki citra baik di mata publik dan berkinerja siginifikan bagi citra kinerja lembaganya.
Dalam bertajuk ‘Kajian Analisis Popularitas dan Sorotan Publik terhadap Wakil Menteri (Wamen) dan Wakil Kepala (Waka) Badan Kabinet Merah Putih Periode 3 September 2025 – 3 September 2026’ didapati Wakil Menteri dan Kepala Badan memberikan efek citra yang siginifkan terhadap lembaga mereka.
“Dalam negara demokrasi yang menempatkan kebebasan berpendapat, publik secara langsung memberikan penilaian mereka pada para Wamen dan Waka Badan secara organik. Media massa memberikan porsi pemberitaan yang diproses melalui proses redaksi, sementara masyarakat melalui unggahan maupun tanggapan aktif di media sosial,” tutur Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo, Rabu (7/10).

Harap dicatat, lanjutnya, reaksi penilaian oleh media dan masyarakat tersebut tak selalu bersifat positif. Hal ini terjadi karena tindakan negatif yang dilakukan oleh individu pejabat. Kondisi ini menjadi alasan kuat mengapa Wamen dan Waka Badan memiliki peran siginfikan untuk mendukung citra kinerja lembaganya.
Pada sisi lain, banyaknya jumlah Wamen dan Waka Badan pada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyebabkan kinerja baik yang telah dilakukan seolah tenggelam dalam ramainya pemberitaan negatif yang secara alami lebih menarik perhatian publik.
Evident Institute dalam analisis terhadap 63 tokoh dalam populasi kajian ini terdapat dua nama layak disorot lebih dekat karena portofolio jabatan bersifat vital yakni penciptaan lapangan kerja lewat investasi, dan komunikasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat.
Pertama, Todotua Pasaribu, Wamen Investasi dan Hilirisasi/WakaKepala BKPM, mewakili sisi ekonomi yang capaiannya terukur lewat realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja. Kedua, Angga Raka Prabowo, Wamen Komunikasi dan Digital (Komdigi), mewakili sisi komunikasi publik yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan birokrasi dan masyarakat.
“Keduanya menjadi sampel yang relevan untuk menilai sejauh mana sorotan media berkorelasi dengan kinerja nyata pada dua urusan pemerintahan yang berdampak langsung ke masyarakat,” papar Ivan.
Todotua Pasaribu diidentifikasi sebagai kombinasi ideal antara legitimasi tulus dan popularitas organik, mencatat capaian institusional yang bersumber resmi. Realisasi investasi nasional 2025 melampaui target Presiden, tembus Rp1.931 triliun, dengan realisasi hilirisasi tumbuh 43,3 persen.
Tren pertumbuhan hilirisasi itu berlanjut pada semester pertama 2026, pada sisi reformasi birokrasi, ia memimpin penerapan skema “fiktif positif” berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 yang mempercepat proses perizinan usaha secara nyata.
Hal ini senada target Pemerintah untuk menciptakan sekitar 2,5 juta lapangan kerja baru, dengan realisasi pada semester I-2026 mencapai sekitar 1,456 juta tenaga kerja baru. Capaian ini bersifat institusional dan terlacak ke siaran resmi kementerian, memenuhi syarat kapasitas operasional.
Secara lebih eksplisit dibandingkan kebanyakan tokoh lain dalam populasi kajian, yang datanya, sesuai keterbatasan kajian, umumnya hanya berupa volume pemberitaan tanpa indikator kinerja yang setara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!