Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia

28 Rabu, 07 Okt 2026, 07:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia Doc: ANTARA
Ket. Tangkapan layar aplikasi BMKG yang memperlihatkan pusat gempa bumi berkekuatan 5,2 magnitudo di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/10/2026).

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut deformasi batuan dalam lempeng pada zona subduksi Lempeng Indo-Australia menyebabkan gempa bumi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan mengatakan gempa bumi menengah yang memiliki parameter update 5,0 magnitudo dengan kedalaman 82 kilometer tersebut terjadi pukul 04.15 WITA, pada 7 Oktober 2026.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun," ujar dia di Mataram, Rabu (07/10).

Sumawan menuturkan pusat gempa terletak pada koordinat 8,81 derajat lintang selatan dan 116,16 derajat bujur timur atau berlokasi di darat sekitar 14 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Lombok Barat.

Guncangan gempa dirasakan paling kuat di Kota Mataram dengan intensitas skala IV hingga V modified mercalli intensity (MMI). Skala itu berarti getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk dan orang banyak terbangun.

Sementara itu, gempa dirasakan dengan intensitas III hingga IV MMI di Lombok Tengah; III MMI di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa; serta II hingga III MMI di Kuta dan Denpasar, Bali.

BMKG memastikan gempa darat tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hingga pukul 04.45 WITA, BMKG mencatat satu aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan 1,3 magnitudo.

Sumawan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.

"Kami terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ajak Ge...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.