Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Tuna dan Udang Vannamei Laris di Pasar Global
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 11:30 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA - Provinsi Maluku membuktikan julukannya sebagai Lumbung Ikan Nasional. Sepanjang 1 Januari hingga 23 September 2026, nilai ekspor perikanan dari Maluku melesat hingga Rp700 miliar atau setara USD40,8 juta.
Capaian ini tidak hanya mendongkrak perekonomian daerah, tetapi juga menyerap tenaga kerja sektor perikanan hingga 1.102 pekerja.
Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengatakan moncernya ekspor ini tak lepas dari jaminan mutu yang ketat dari KKP sehingga produk Maluku mampu memenuhi standar global.
"KKP melalui UPT Badan Mutu Maluku hadir untuk membantu pelaku usaha dengan menjamin mutu dari mulai hulu sampai hilir. Sehingga komoditas perikanan yang akan masuk rantai pasok domestik maupun ekspor khususnya, telah memenuhi standar global baik dari sisi kualitas maupun keamanan pangan atau food safety," ungkap Ishartini di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Secara volume, ekspor senilai Rp700 miliar itu mencapai 9.675,8 ton. Tiga komoditas primadona yang paling diburu pasar internasional adalah tuna, udang vannamei, dan ikan julung-julung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Produk-produk unggulan Maluku ini berhasil menembus 8 negara tujuan utama, yakni RRT (China), Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, Arab Saudi, Malaysia, dan Korea Selatan.
Ishartini merinci, seluruh produk ekspor tersebut merupakan hasil produksi 18 Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang telah mengantongi sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan terdaftar resmi di negara tujuan.
"Seluruh ikan yang ekspor disertifikasi oleh Badan Mutu dan mendapatkan SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan) sebagai dokumen mutu yang dipersyaratkan di negara tujuan," tutupnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya jaminan mutu hasil perikanan dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan daya saing. Menteri Trenggono meminta Badan Mutu KKP untuk lebih aktif turun ke rantai produksi melakukan sertifikasi agar produk Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!