Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

25.000 Mahasiswa Dilibatkan Pemprov Jabar untuk Edukasi Pengelolaan Sampah di Bandung Raya.

28 Rabu, 07 Okt 2026, 11:00 WIB | Oleh:
25.000 Mahasiswa Dilibatkan Pemprov Jabar untuk Edukasi Pengelolaan Sampah di Bandung Raya. 25.000 Mahasiswa Dilibatkan Pemprov Jabar untuk Edukasi Pengelolaan Sampah di Bandung Raya. Doc: Antara Foto
Ket. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memberikan keterangan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melibatkan sebanyak 25.000 mahasiswa untuk turun langsung mengedukasi dan mendampingi warga Bandung Raya mengelola sampah dari rumah tangga selama tiga bulan mulai Oktober 2026, yang dikonversi setara 10 SKS akademis.

Penerjunan puluhan ribu mahasiswa perguruan tinggi tersebut ditargetkan mampu memangkas timbulan sampah harian Bandung Raya hingga 20 persen atau setara 1.000 ton sebelum masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman di Bandung, Rabu, menjelaskan bahwa program massal berbasis rekayasa sosial (social engineering) ini merupakan replikasi dari uji coba di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, yang melibatkan 500 mahasiswa dan terbukti memangkas 20 persen sampah serta melipatgandakan tingkat pemilahan.

"Targetnya adalah mengurangi sampah dari sumbernya hingga 20 persen. Jika target tersebut tercapai, dari sekitar 5.000 ton sampah yang dihasilkan Bandung Raya setiap hari, sekitar 1.000 ton dapat ditekan sebelum mencapai TPA Sarimukti," kata Herman.

Herman membeberkan, puluhan ribu mahasiswa yang akan dibekali modul dan perangkat digital tersebut akan disebar ke 52 kecamatan di kawasan Bandung Raya guna memastikan sampah organik terpisah dari sumbernya, sehingga fasilitas pengolahan seperti TPS 3R, Refuse Derived Fuel (RDF), hingga budidaya maggot dapat beroperasi maksimal.

Pemangkasan 1.000 ton sampah harian dari hulu ini menjadi kunci vital Pemprov Jabar untuk memperpanjang usia operasional TPA Sarimukti hingga Desember 2029, sembari menunggu pengoperasian penuh TPPAS Waste to Energy Legok Nangka pada tahun 2030.

Herman menegaskan bahwa krisis sampah tidak lagi bisa diselesaikan hanya dengan pola lama mengangkut sampah ke TPA, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan keterlibatan lintas sektor.

"Sehebat apa pun teknologinya, kuncinya tetap human capital, sumber daya manusia. Urusan perilaku tidak seperti membalikkan telapak tangan, tetapi harus dilakukan. Ini bukan lagi sekadar tugas dan fungsi. Ini sudah soal harga diri kita," tutur Herman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Indonesia Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Year of Creativity 2027

16 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Indonesia Ditunjuk Jadi Tua...

Mentan: Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Mentan: Pemerintah Jamin Se...
Daerah
Awasi Pajak Usaha, Pemkot P...
Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ajak Ge...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.