Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 15:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan sektor manufaktur dan industri kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, ke salah satu industri sepatu lokal, Fortuna Shoes, di Jalan Soekarno-Hatta, Senin (14/9).
Menurut Wali Kota Farhan, Fortuna Shoes menjadi salah satu industri lokal yang memiliki potensi besar untuk memperkuat kontribusi sektor industri dan perdagangan Kota Bandung, khususnya melalui produk manufaktur yang mampu menembus pasar internasional.
"Dalam setahun terakhir kita hanya tumbuh 0,22 persen. Ini bermasalah karena pertumbuhan manufacturing akan sangat berpengaruh terhadap penyediaan lapangan pekerjaan dan juga pengembangan investasi," ujar Wali Kota Farhan.
Ia mengaku, Pemerintah Kota Bandung terus mendorong pertumbuhan sektor manufaktur karena memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satu dukungan yang menjadi perhatian adalah memastikan produk-produk Kota Bandung yang berorientasi ekspor memiliki Surat Keterangan Asal (SKA).
Sebaiknya Anda baca juga:
Wali Kota Farhan menilai, SKA tidak hanya menjadi dokumen administratif dalam kegiatan ekspor, tetapi juga dapat memperkuat identitas produk sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah asal produk tersebut.
"Dengan adanya surat keterangan asal, maka jualan di mana pun sepatu buatan Fortuna ini orang semua tahu bahwa dia berasal dari Kota Bandung. Itu menjadi sangat penting," kata dia.
Wali Kota Farhan menyebutkan terdapat dua sektor manufaktur dalam lingkup ekonomi kreatif yang saat ini didorong Pemkot Bandung yakni industri sepatu dan modest fashion atau busana muslim.
Menurut dia, kedua sektor tersebut memiliki kemampuan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.
"Sepatu dan baju muslim atau modest fashion sedang kita dorong sebagai dua komoditas andalan ekonomi kreatif di Kota Bandung. Kemampuannya meningkatkan nilai tambah dan menyediakan lapangan pekerjaan luar biasa," ujar dia.
Selain penguatan industri manufaktur, Wali Kota Farhan juga mendorong agar produk-produk khas Kota Bandung memiliki identitas wilayah yang semakin kuat.
Ia mencontohkan sejumlah produk kuliner yang telah dikenal luas sebagai bagian dari identitas Bandung.
Ke depan, menurut Wali Kota Farhan, identitas wilayah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan dan meningkatkan nilai tambah terhadap produk lokal.
"Produk-produk manufacturing apabila berkembang dan sudah diberi label, maka akan bisa terproteksi dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Itu yang mungkin akan kita perjuangkan berikutnya setelah SKA," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!