Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Satgas Perketat Pengawasan, Harga Beras di 240 Daerah Jadi Sorotan

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Satgas Perketat Pengawasan, Harga Beras di 240 Daerah Jadi Sorotan Doc: ANTARAMansur
Ket. Harga beras medium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, sejak tiga hari terakhir naik tipis rata-rata Rp50 per kilogram.

JAKARTA — Pengawasan harga beras mulai awal September telah diperketat pemerintah dengan menyasar kepada 13 provinsi.

Melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Harga dan Mutu Beras sampai 11 September telah memantau hingga 458 titik yang tersebar pada 240 kabupaten/kota.

Ini merupakan arahan langsung dari Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Melalui pengawasan terkoordinir oleh Bapanas dengan Satgas Pangan Polri bersama pemerintah daerah dan Perum Bulog, harga beras dapat ditekan secara simultan.

"Kita harus jaga pangan kita. Jangan dipermainkan oleh orang-orang tertentu. Jangan ada mafia, khususnya beras. Doakan saya sehat, ada mafia, saya selesaikan," tegas Amran di Jakarta pada Senin (14/9).

Orang nomor satu di Kementerian Pertanian dan Bapanas itu mengarahkan jajarannya agar terus berupaya menstabilkan harga beras. Ini demi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia.

"Seluruh Indonesia stabilkan. Kalau itu terjadi, kita bisa berkontribusi dengan baik pada bangsa dan negara, khususnya 280 juta orang yang mengkonsumsi pangan. Tolong jaga seluruh Indonesia," kata Amran.

Terpisah, dalam laporan Bapanas terkait kinerja Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras disebut telah memberikan andil dalam stabilitas harga beras. Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Yusra Egayanti menuturkan tindak lanjut berupa peringatan kepada pelaku usaha pun sudah dikeluarkan demi menjaga kepatuhan.

"Berdasarkan hasil pemantauan awal, kami sampaikan bahwa rata-rata harga di 13 provinsi untuk beras medium dan SPHP relatif terjaga. Kami terus melakukan koordinasi, termasuk tindak lanjut dari kenaikan harga antara lain memberikan peringatan dan juga beberapa tindak lanjut lainnya," papar Ega di rapat pengendalian inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta (14/9).

Adapun 458 titik yang dipantau Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras tidak hanya menyasar pada pedagang eceran saja. Rinciannya antara lain 290 pedagang eceran, 80 ritel modern, 7 agen, 58 grosir/toko beras, 18 distributor, dan 5 produsen.

"Tentunya bersama dengan pemerintah daerah dan juga Satgas Pangan Polri, saat ini kami berada di beberapa titik, khususnya untuk daerah sentra produksi. Pemantauan dilakukan setiap hari dan kemudian diidentifikasi harga yang diatas HET (Harga Eceran Tertinggi). Kemudian diidentifikasi akar masalahnya untuk kemudian dilakukan intervensi terkait dengan kenaikan harga," jelas Direktur Ega.

Harga beras secara nasional dalam pantauan Bapanas mulai mengalami depresiasi secara gradual. Per 13 September rerata harga beras medium secara nasional atau gabungan dari 3 zona berada di Rp 13.669 per kilogram (kg). Ini menurun 0,03 persen dibandingkan seminggu sebelumnya. Sementara beras premium di Rp 16.166 per kg atau menurun 0,02 persen.

Adapun tujuan Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras sesuai yang termaktub dalam Keputusan Kepala Bapanas 369/2026 antara lain menjamin pelaksanaan kebijakan HET di tingkat konsumen, menjamin pelaksanaan kebijakan mutu beras, dan menjadi dasar penegakan hukum pemberian sanksi administratif dan/atau pidana terhadap pelanggaran HET, mutu beras, serta pelanggaran lain seperti penimbunan, peredaran beras ilegal dan lainnya.

Lekas Turun

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Fahd Arafiq Kena OTT, KPK U...
Advertisement
Bikin Bangga! Pemuda Indonesia Juarai Kompetisi Video UNESCO di Italia

Bikin Bangga! Pemuda Indonesia Juarai Kompetisi Video UNESCO di Italia

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.