Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

25 Merek Beras Diduga Tak Sesuai Label, Konsumen Rugi Rp89 Triliun

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 17:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
25 Merek Beras Diduga Tak Sesuai Label, Konsumen Rugi Rp89 Triliun Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej (keempat kanan), Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman (ketiga kiri), Kepala Bakom Muhammad Qodari (kedua kiri), dan pihak terkait lainnya dalam ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Jakarta - Wakil Menteri Hukum (Wamenhum) Edward Omar Sharif Hiariej menyatakan dugaan beras tidak sesuai label berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi konsumen akibat perbedaan harga dan kualitas produk pangan dalam rantai perdagangan nasional.

"Ini tentu merugikan bagi konsumen, baik dari secara kualitas namun bisa juga secara perekonomian. Tadi sudah dijelaskan oleh Pak Menteri (Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman) yang seharusnya harganya sekian ternyata dijual melambung tinggi dan celakanya isinya tidak sesuai dengan apa yang telah terdapat pada label," kata Edward di Jakarta, Selasa (15/9).

Pernyataan tersebut disampaikan Edward dalam ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta tersebut.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, Satgas Pangan Polri, aparat penegak hukum lainnya, serta pemangku kepentingan terkait di Jakarta yang membahas temuan dugaan pelanggaran beras fortifikasi.

Edward menjelaskan praktik itu dapat merugikan masyarakat secara ekonomi karena konsumen membayar harga tinggi untuk produk yang diduga tidak memenuhi informasi kandungan sebagaimana tercantum pada kemasan.

Ia mengatakan dugaan pelanggaran tersebut berkaitan dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang mengatur kesesuaian antara barang dan informasi produk guna memastikan perlindungan konsumen secara optimal.

Wamenhum menilai persoalan tersebut memiliki dampak luas terhadap perekonomian konsumen karena ketidaksesuaian kualitas dapat mengurangi nilai manfaat barang yang telah dibeli masyarakat di pasar akibat praktik perdagangan yang tidak sehat.

Edward menyebut aturan hukum memungkinkan pemberian sanksi berupa denda serta pidana tambahan sesuai ketentuan yang berlaku dalam peraturan pidana bagi pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran.

Sanksi tambahan tersebut, lanjutnya, dapat mencakup berbagai tindakan hukum hingga pencabutan izin, sehingga memberikan efek terhadap pelaku usaha yang merugikan kepentingan konsumen untuk mencegah kerugian ekonomi masyarakat secara lebih besar.

"Dan ini memang ada aturan tersendiri sebagaimana terdapat dalam pasal 120 maupun 121 KUHP, bahwa memang tindak pidana yang diduga dilakukan oleh suatu korporasi itu ancaman pidananya denda ditambah dengan ancaman pidana tambahan yang itu ada 12 item dan bisa sampai pada suatu pencabutan (izin usaha)," tuturnya.

Meski begitu, Edward menegaskan proses selanjutnya dipercayakan kepada aparat penegak hukum terutama Satgas yang akan mendalami dugaan pelanggaran tersebut untuk memastikan perlindungan ekonomi masyarakat sebagai konsumen pangan nasional dari dugaan tindak pidana.

"Namun, selanjutnya akan kita percayakan kepada teman-teman aparat penegak hukum terutama dari Satgas yang terdiri dari teman-teman Mabes Polri'," kata Wamenhum.

Kandungan Mutu

Adapun, Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapakas) Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan terhadap 25 merek beras fortifikasi diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label, sehingga merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Sekjen PBB Tegaskan Demokrasi Bukan Sekadar Pemilu

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Tegaskan Demokra...
Advertisement
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.