Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Suahasil Dihadapkan Ujian SAL di Tengah Tekanan APBN

📅 Senin, 14 Sep 2026, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkeu Suahasil Dihadapkan Ujian SAL di Tengah Tekanan APBN Doc: ANTARA/ HO-BNI
Ket. Ilustrasi - Gedung BNI.

JAKARTA – Pengelolaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) akan menjadi salah satu ujian kebijakan dalam jangka pendek, usai pergantian kepemimpinan Menteri Keuangan (Menkeu) dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara.

“Pada akhirnya, SAL seharusnya tetap berfungsi sebagai penyangga fiskal, bukan menjadi sumber likuiditas perbankan secara permanen,” kata Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9).

Faiz menambahkan setiap normalisasi penempatan dana perlu dilakukan secara bertahap, terukur, dan terkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk meminimalkan tekanan terhadap likuiditas dan biaya pendanaan.

Selain itu, ia juga mengingatkan tantangan untuk menyeimbangkan agenda pertumbuhan pemerintah yang ambisius dengan ruang fiskal yang semakin terbatas.

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen dan defisit fiskal sebesar 2,40 persen terhadap PDB pada 2027.

Faiz menyampaikan bahwa pihaknya mempertahankan proyeksi pertumbuhan yang lebih konservatif sebesar 5,1 persen dan memperkirakan defisit berada di sekitar 2,75 persen terhadap PDB, yang masih berada dalam batas aturan fiskal 3 persen.

“Hal ini semakin menegaskan perlunya menjaga kredibilitas fiskal sembari mengalihkan prioritas dari belanja dengan multiplier rendah menuju belanja yang lebih produktif,” kata dia.

Secara umum, ia memandang perombakan kabinet (reshuffle) untuk posisi Menteri Keuangan bukan diartikan sebagai perubahan rezim fiskal Indonesia melainkan sinyal kesinambungan kebijakan fiskal.

Pengalaman panjang Suahasil di Kementerian Keuangan diperkirakan dapat membatasi risiko transisi, sementara latar belakangnya sebagai teknokrat memberikan kesinambungan kelembagaan dalam pengelolaan APBN.

Secara keseluruhan, tim ekonom Bank Danamon memperkirakan kebijakan fiskal akan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap mempertahankan batas defisit fiskal 3 persen sebagai jangkar utama kredibilitas.

“Ke depan, prioritas kebijakan seharusnya semakin bergeser dari sekadar memperbesar belanja menuju peningkatan kualitas, multiplier, dan keberlanjutan belanja,” kata Faiz.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam seremoni di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9).

Suahasil dilantik sebagai Menkeu yang baru sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029 yang ditetapkan pada 14 September 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pernyataannya usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Suahasil mengaku mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, terutama APBN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Nasional
OTT KPK di ATR/BPN Terungka...
Nasional
KPK Menyita 20 Koper dari O...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.