Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beijing Larang Kepemilikan “Drone” Mulai November

25 Selasa, 15 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Beijing Larang Kepemilikan “Drone” Mulai November Beijing Larang Kepemilikan “Drone” Mulai November Doc: AFP/Pedro PARDO
Ket. Warga berjalan melewati tanda “Zona bebas drone” di Beijing, Senin (14/9). Beijing akan melarang kepemilikan drone di wilayah kota berdasarkan aturan baru yang berlaku November.

BEIJING – Ibu kota Tiongkok, Beijing, akan melarang kepemilikan dan penyimpanan drone di wilayah kota mulai 15 November, sebagai bagian dari pengetatan aturan yang sebelumnya telah melarang penjualan perangkat tersebut.

Aturan baru yang diumumkan pada Minggu (13/9) itu melarang kepemilikan atau penyimpanan kendaraan udara tanpa awak (unmanned aerial vehicles/UAV) di Beijing, termasuk menerbangkan drone di wilayah udara ibu kota. Pengangkutan drone maupun komponennya ke Beijing juga akan dilarang.

Peraturan yang dirumuskan Pemerintah Kota Beijing tersebut menyebutkan perlunya "menjaga keamanan ibu kota".

Berdasarkan aturan baru, seluruh pemilik drone diwajibkan membuang perangkat mereka atau mengeluarkannya dari Beijing paling lambat 15 November. Pelanggar yang tidak mematuhi ketentuan tersebut dapat dikenai penyitaan dan denda.

Pemerintah menawarkan subsidi kepada pemilik untuk memusnahkan drone mereka atau menjualnya melalui program pembelian kembali. Pemilik juga dapat memanfaatkan layanan pengiriman gratis untuk mengirimkan drone ke luar kota.

Sebelumnya, Beijing pada Mei telah melarang penjualan drone. Pemilik yang telah memiliki perangkat tersebut diwajibkan mendaftarkan drone mereka, tetapi masih diperbolehkan menyimpannya.

Kekhawatiran terhadap keamanan wilayah udara di kota yang berpenduduk sekitar 22 juta jiwa itu meningkat pada Juni ketika sebuah pesawat kecil menabrak gedung pencakar langit, menewaskan pilot dan melukai 13 orang lainnya.

Penerbangan drone di wilayah udara Beijing saat ini juga sudah memerlukan izin dari pihak berwenang.

Larangan Total

Peneliti senior S Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University Singapura, Drew Thompson, menilai larangan total terhadap drone menunjukkan tingginya sensitivitas keamanan di Beijing.

"Larangan langsung ini benar-benar merupakan indikasi betapa sensitifnya Beijing secara politik dan betapa pentingnya hal ini secara politik bagi Partai Komunis," kata Thompson.

"Partai Komunis berusaha mencapai keamanan mutlak dan larangan total terhadap drone di ibu kota adalah salah satu cara untuk mendekati itu."

Menurut Thompson, kebijakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ancaman terorisme, tetapi juga berpotensi menyangkut kontraintelijen karena drone dapat digunakan untuk kegiatan pengawasan.

"Larangan terhadap drone bukan hanya tentang ancaman teroris, tetapi juga berpotensi tentang kontraintelijen, karena drone juga digunakan untuk pengawasan," ujarnya.

Meski demikian, peraturan baru memungkinkan pengecualian untuk kepentingan tertentu, seperti penanggulangan terorisme, pertanian, bantuan bencana, dan penelitian.

Dengan aturan tersebut, Beijing memperketat pengawasan terhadap penggunaan drone di ibu kota, sekaligus memberikan batas waktu bagi pemilik untuk mengeluarkan perangkat mereka dari wilayah kota sebelum ketentuan baru berlaku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.