Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Morowali Memanas! 75 TKA Dievakuasi Polisi Usai Bentrokan

📅 Senin, 05 Okt 2026, 05:52 WIB | Oleh:
Morowali Memanas! 75 TKA Dievakuasi Polisi Usai Bentrokan Doc: Antara foto/HO Polres Morowali
Ket. Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini memberikan keterangan kepada wartawan terkait bentrokan antara warga dan pihak PT Astima Konstruksi, di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (4/10).

MOROWALI - ‎Kepolisian mengevakuasi 75 tenaga kerja asing (TKA) ke Polda Sulawesi Tengah menyusul bentrokan antara warga dan pihak PT Astima Konstruksi (Askon) di Desa Matarape, Kabupaten Morowali, yang mengakibatkan enam orang terluka.

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini di Morowali, Minggu, mengatakan puluhan TKA tersebut dievakuasi ke Polda Sulawesi Tengah untuk menjalani pemeriksaan guna mendalami penyebab bentrokan antara warga dan pihak perusahaan.

"Kami telah mengevakuasi dan mengamankan 75 WNA. Saat ini telah dibawa ke Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan mendalam terkait penyebab konflik antara perusahaan dan warga," ujarnya.

Reza mengatakan ke-75 TKA tersebut juga menjalani pendataan bersama pihak Imigrasi dan hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

Bentrokan terjadi di Desa Matarape, Kecamatan Sambori Kepulauan, Jumat (2/10), setelah aksi warga memprotes dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan.

Salah satu persoalan yang diprotes warga adalah debu akibat aktivitas pengangkutan material di sekitar kawasan permukiman.

Kericuhan tersebut mengakibatkan enam orang mengalami luka akibat senjata tajam, terdiri atas lima warga setempat dan seorang warga negara asing.

"Untuk perkembangan korban luka yaitu lima dari warga terkena benda tajam, rata-rata kena sabetan di kaki dan tangan, dan satu dari warga negara asing," kata Reza.

Selain menimbulkan korban luka, kericuhan mengakibatkan lima mobil operasional rusak dan lima alat berat jenis ekskavator milik perusahaan dibakar massa.

Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, kepolisian menyiagakan personel gabungan di lokasi kejadian.

Personel tersebut berasal dari Polres Morowali, Polres Konawe Utara, serta unsur Brimob untuk melakukan pengamanan dan pemantauan situasi di Desa Matarape.

Reza mengimbau masyarakat dan pihak perusahaan menahan diri serta menyerahkan penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum.

"Kami meminta masyarakat menahan diri, jangan mudah terpancing provokasi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang merugikan serta melanggar hukum," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Olahraga
Debut sebagai Nomor Satu, R...
Megapolitan
Pemkot Bogor Tertibkan 516 ...
Daerah
CFD Pontianak Kembali Digel...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.