Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BEI Ungkap 50 Investor Masuk Short Selling, Sinyal Pasar Memanas

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BEI Ungkap 50 Investor Masuk Short Selling, Sinyal Pasar Memanas Doc: ANTARA Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sebanyak 50 investor telah membuka rekening perdagangan short selling pada hari pertama implementasi mekanisme tersebut pada Kamis (01/09) hari ini.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa dari lima saham yang masuk dalam daftar efek short selling, baru satu saham yang tercatat dilakukan transaksi short selling.

"Informasi yang kami dapat sudah ada sekitar 50 investor yang sudah membuka perdagangan short selling," ungkap Jeffrey diwawancarai wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (1/10).

Jeffrey memastikan bahwa penerapan transaksi short selling pada hari pertama berjalan lancar, serta berharap mekanisme tersebut dapat digunakan investor sebagai salah satu strategi investasi tanpa memberikan tekanan yang berlebihan terhadap harga saham.

Berdasarkan pemantauan perdagangan pada hari pertama, Ia memastikan saham-saham yang masuk dalam daftar short selling tidak mengalami penurunan harga yang tajam.

"Beberapa saham tadi pagi sempat naik atau relatif tidak berubah harganya. Jadi secara umum, pemberlakuan short selling berjalan lancar," ujar Jeffrey.

Jeffrey menjelaskan implementasi short selling saat ini masih berada dalam tahap uji coba yang akan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Setelahnya, penerapannya akan dievaluasi untuk kemungkinan diperluas pada awal 2027.

Dalam pipeline (antrean), Ia mengungkapkan terdapat dua Anggota Bursa (AB) tambahan yang sedang dalam proses untuk menjadi AB yang memfasilitasi layanan transaksi short selling.

"Kalau memang sudah siap, tentu akan kita berikan izin segera setelah kesiapan itu ada," ujar Jeffrey.

Jeffrey menjelaskan, implementasi short selling merupakan salah satu langkah BEI untuk menyelaraskan praktik dan standar perdagangan di pasar modal Indonesia dengan bursa global.

Terkait target jumlah investor dan transaksi short selling, ​​pihaknya belum menentukan target pada tahap awal,

"Karena ini masih tahap awal, tentu kita belum menetapkan target jumlah investornya," ujar Jeffrey.

Pada Kamis (01/09) hari ini, BEI mulai mengimplementasikan transaksi short selling, yang pada tahap awal dibuka untuk lima saham yang telah ditetapkan sebagai daftar efek yang dapat ditransaksikan secara short selling.

Adapun, kelima saham tersebut adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Indofod Sukses Makmur Tbk (INDF).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Dinas SDA: Banjir Rob Intai...

BPOM Blokir 1,5 Juta Link Terkait Produk Ilegal

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BPOM Blokir 1,5 Juta Link T...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.