Cegah Stunting Ternyata Harus Dimulai Sejak Remaja, Ini Langkah Dinkes Cirebon
📅 Senin, 14 Sep 2026, 00:12 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoCIREBON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengintensifkan program pencegahan stunting sejak usia remaja melalui edukasi kesehatan, pemenuhan gizi dan pencegahan anemia pada remaja putri.
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni di Cirebon, Minggu, mengatakan pencegahan stunting perlu dimulai sebelum seseorang memasuki masa kehamilan, termasuk dengan membangun kebiasaan hidup sehat sejak remaja.
"Pencegahan stunting tidak dimulai saat hamil atau setelah anak lahir, tetapi harus dimulai sejak usia remaja putri dengan menjaga kesehatan reproduksi dan kecukupan gizi," katanya.
Menurut dia, remaja putri menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena memiliki risiko mengalami anemia yang berkaitan dengan siklus menstruasi.
Oleh karena itu, kata dia, Dinkes Kabupaten Cirebon mendorong konsumsi tablet tambah darah (TTD) secara rutin sebagai bagian dari pencegahan anemia sejak usia remaja.
Ia menyebutkan remaja putri sangat rentan mengalami anemia, karena mengalami siklus haid setiap bulannya.
“Oleh karena itu, rutin mengonsumsi tablet tambah darah seminggu sekali sangat penting untuk mencegah anemia agar nantinya tidak melahirkan bayi stunting," ujarnya.
Selain pencegahan anemia, lanjut dia, program tersebut mencakup edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, serta penerapan Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Pihaknya mendorong remaja membiasakan konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama makanan yang mengandung protein hewani, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
"Pencegahan stunting harus didukung dengan Germas. Biasakan sarapan bergizi seimbang sebelum beraktivitas, mengonsumsi makanan kaya protein hewan, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan," katanya.
Ia menuturkan salah satu pelaksanaan program tersebut, dilakukan melalui Aksi Cegah Stunting di SMP Negeri 1 Gebang pada Jumat (11/9) dengan melibatkan 200 siswi.
“Kegiatan itu diisi konsumsi TTD, serta edukasi kesehatan dan pencegahan stunting,” katanya.
Dinkes Kabupaten Cirebon menempatkan edukasi remaja sebagai bagian dari pencegahan stunting dalam jangka panjang, dengan membangun kesadaran mengenai kesehatan sebelum memasuki usia kehamilan.
"Kami ingin kebiasaan hidup sehat, pemenuhan gizi, dan pencegahan anemia sudah dilakukan sejak remaja sebagai bekal untuk membentuk generasi yang sehat," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!