Dari Tangkapan Jadi Cuan: Perempuan Bajo Torsiaje, Mengolah Gurita Menjadi Asa
Minggu, 13 Sep 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim PenulisSelain mengolah gurita, kelompok Sipakullong juga mengembangkan olahan hasil laut lainnya, seperti ikan garam, sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.
Pendampingan terhadap kelompok juga mencakup edukasi mengenai pemanfaatan sumber daya gurita secara berkelanjutan. Nelayan didorong untuk tidak menangkap gurita yang masih berukuran terlalu kecil agar memiliki kesempatan tumbuh sebelum ditangkap.
Dewi mengatakan gurita memiliki pertumbuhan yang relatif cepat sehingga nelayan perlu bersabar untuk menangkapnya ketika telah mencapai ukuran yang lebih besar.
"Kita juga edukasi nelayan kalau misalkan menangkap yang di bawah 0,3 kilogram, karena perkembangannya cukup cepat sehingga nelayan juga cepat untuk menunggu, bersabar dulu sampai dia bisa besar," ujarnya.
Pengembangan produk olahan tersebut menjadi salah satu cara kelompok Sipakullong memanfaatkan hasil laut secara lebih optimal, sekaligus memperluas peran perempuan nelayan dalam kegiatan ekonomi berbasis sumber daya pesisir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!