Dua Korban MBG Karo ke Jakarta, Evaluasi Keamanan Pangan Kembali Mendesak
📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 23:05 WIB | Oleh: Tim PenulisUsulan tersebut disampaikan IDAI sebagai respons terhadap kejadian keracunan yang berulang dalam pelaksanaan MBG. Piprim menilai tujuan memberikan asupan bergizi kepada anak harus berjalan beriringan dengan jaminan bahwa makanan yang diberikan benar-benar aman dikonsumsi.
Karena itu, IDAI mendorong pemerintah melakukan evaluasi secara objektif dan menyeluruh terhadap konsep pelaksanaan MBG, terutama dari sisi keamanan pangan.
Evaluasi Program
Senada dengan Piprim, Prof. Dr. Damayanti Rusli dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI mengatakan keracunan pangan dapat dipengaruhi berbagai faktor, baik dari makanan maupun proses pengolahannya.
"Yang kedua adalah si orang sendiri, orang tersebut yang menyebabkan hazardnya tadi. Jadi, bisa dari makanannya, bisa dari perilakunya untuk mengolah makanan," katanya.
Ia menjelaskan risiko dapat muncul akibat paparan bahaya biologis, kimia, maupun fisik, termasuk bakteri, jamur, cacing, dan pestisida. Kesalahan dalam pengolahan juga dapat meningkatkan risiko, seperti mencampurkan makanan mentah dengan makanan matang, penyimpanan pada temperatur yang tidak tepat, atau bahan makanan yang kurang bersih saat dicuci.
Dengan demikian, dugaan keracunan MBG di Karo tidak semestinya berhenti pada penanganan korban. Perlindungan terhadap anak dari perundungan memang penting, tetapi evaluasi terhadap rantai penyediaan makanan, pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian juga perlu diperkuat agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Pemerintah sebelumnya juga memastikan korban mendapatkan pelayanan kesehatan dan biaya pengobatan ditanggung hingga pulih.
Kasus Karo sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang berhasil disalurkan, tetapi juga dari kemampuan memastikan setiap makanan yang sampai ke tangan anak memenuhi standar keamanan pangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!