Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Horor MBG: dari KLB, Desakan Evaluasi, hingga Bocah Lima Tahun Lunglai Keracunan. DPD: Jangan Main-main dengan Anak Bangsa

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 13:44 WIB | Oleh:
Horor MBG: dari KLB, Desakan Evaluasi, hingga Bocah Lima Tahun Lunglai Keracunan. DPD: Jangan Main-main dengan Anak Bangsa Doc: ist
Ket. Perawatan korban keracunan mbg

JAKARTA – Kejadian Luar Biasa (KLB) di Bandung Barat harusnya menjadi momentum pemerintah untuk moratorium (menghentikan sejenak) program makan bergizi gratis (MBG). Saat ini korban keracunan MBG di Bandung Barat, mencapai 842 anak dalam 3 Hari!

Yang membuat memelas, bocah Amalia Husna Khodijah, perempun berusia 5 tahun juga tercatat sebagai korban keracunan menu MBG. Saat ini Amalia tengah dirawat di Posko Kesehatan Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat.

Komite III DPD mendesak pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap vendor pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini penting karena saat ini jumlah kasus keracunan massal setelah siswa mengonsumsi MBG mencapai 5.626 kasus, sehingga ke depannya menu makan MBG lebih berkualitas.

"BGN sebagai penanggung jawab harus mengevaluasi menu MBG. Kasus keracunan bukan sedikit," kata Ketua Komite III DPD Filep Wamafma, Rabu. Menurutnya, BGN harus meningkatkan pengawasan terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia MBG guna memastikan menu makanan tetap aman dikonsumsi.

BGN juga wajib mengambil tindakan tegas apabila menemukan vendor yang melanggar ketentuan penerapan standar keamanan serta kebersihan proses penyediaan makanan bergizi. "Harus ada sanksi. Jangan kompromi soal kesehatan anak bangsa,” ujarnya. Dia menyebut mekanisme evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi pengamatan langsung mulai dari kualitas bahan makanan, kebersihan dapur, distribusi, hingga sistem pengawasan.

Evaluasi secara komprehensif harus dilakukan agar penyelenggaraan program MBG memberikan dampak positif terhadap peningkatan status gizi generasi muda, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkoordinasi dengan BGN dalam mencari solusi cepat dan tepat atas masalah keracunan MBG. Menurut pria yang akrab disapa Lalu Ari itu, koordinasi lintas lembaga bernilai penting untuk memastikan penanganan kasus keracunan dapat dilakukan secara terpadu dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

“Kesehatan dan keselamatan siswa harus ditempatkan di atas segalanya. Program ini memang lahir dari niat baik untuk memperbaiki asupan gizi anak-anak kita, tetapi pelaksanaannya tidak boleh mengorbankan keselamatan mereka," ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.