CapCut Gelar AI Content Fest 2026, 10 Karya Kreator Indonesia Tayang di Layar Lebar
📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 11:50 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — CapCut menggelar puncak AI Content Fest 2026, kompetisi dan festival film pendek berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang melibatkan kreator dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 10 karya terpilih ditampilkan di layar lebar CGV Grand Indonesia, Jakarta, dalam acara yang mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”.
Festival tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para kreator diajak mengangkat beragam cerita tentang Indonesia, mulai dari identitas dan budaya, kehidupan sehari-hari, hingga pengalaman dan harapan mengenai masa depan bangsa. Dalam proses produksinya, para peserta memanfaatkan berbagai fitur penyuntingan berbasis AI yang tersedia di CapCut.
Head of Content Operations CapCut Indonesia, Jessica Wowor, mengatakan bahwa AI Content Fest 2026 menjadi ruang bagi kreator untuk membawa cerita dan perspektif mereka ke panggung yang lebih luas.
“Indonesia punya begitu banyak cerita dan talenta kreatif yang layak mendapatkan panggung lebih besar. Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar dan membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” kata Jessica dalam sambutannya pada kesempatan tersebut.
Sepuluh Karya dari Berbagai Daerah
Sepuluh film pendek yang ditampilkan dalam festival tersebut berasal dari kreator dengan latar belakang dan daerah berbeda. Karya-karya itu membawa cerita mengenai Indonesia dari perspektif masing-masing kreator.
Dalam proses pengembangan karya, para finalis menggunakan CapCut Video Studio dan sejumlah fitur kreatif dalam aplikasi, termasuk perangkat berbasis AI. Kampanye daring (online) #CapCutFilmNaikLayar sebelumnya digunakan untuk memperkenalkan perjalanan kreatif para finalis kepada audiens.
Pada acara puncak, setiap film diputar secara bergiliran di layar lebar. Karya tersebut kemudian mendapatkan penilaian dan tanggapan langsung dari lima pelaku industri kreatif, yakni Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.
Para finalis tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan karya kepada penonton, melainkan juga memperoleh masukan dari profesional industri mengenai ide, visual, dan penyampaian cerita dalam film.
Jessica mengatakan bahwa CapCut ingin menempatkan teknologi penyuntingan sebagai sarana untuk memperluas eksplorasi kreatif, bukan semata-mata sebagai alat teknis.
“Kami ingin kreator melihat CapCut bukan sekadar sebagai alat untuk menyunting video, melainkan sebagai ruang untuk mengeksplorasi ide dan membawa kreativitas mereka lebih jauh,” ujarnya.
Menurut Jessica, fitur kreatif, termasuk teknologi berbasis AI, dapat membantu kreator mencoba berbagai format, visual, dan pendekatan bercerita. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu mewujudkan gagasan yang sebelumnya sulit dikembangkan menjadi karya yang dapat dinikmati audiens.
AI dan Peran Kreativitas Manusia
Penggunaan AI dalam proses produksi kreatif menjadi salah satu pembahasan dalam acara tersebut. AI Content Fest 2026 menghadirkan diskusi bersama aktor Lukman Sardi, sineas Mouly Surya, dan kreator Gustav Anandhita mengenai penggunaan teknologi dalam proses kreatif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!