Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Perkuat Koridor Pelabuhan Strategis, IMT-GT Bidik Lonjakan Perdagangan

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 22:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI Perkuat Koridor Pelabuhan Strategis, IMT-GT Bidik Lonjakan Perdagangan Doc: ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian
Ket. Pertemuan Pejabat Tinggi ke-33 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle Senior Officials’ Meeting (IMT-GT SOM) di Medan, Sumatra Utara, Selasa (8/9/2026).

JAKARTA – Kerja sama Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT) kembali menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan. Kerja sama yang melibatkan wilayah Sumatra, Malaysia, dan Thailand Selatan ini diarahkan untuk mendorong konektivitas, perdagangan, investasi, serta pengembangan sektor strategis melalui keterhubungan antarwilayah.

Ke depan, tantangannya bukan sekadar memperkuat forum kerja sama, tetapi memastikan berbagai kesepakatan IMT-GT diterjemahkan menjadi program dan proyek konkret yang mampu menciptakan nilai tambah serta manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha di kawasan.

Indonesia mendorong penguatan koridor pelabuhan strategis melalui kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9), menyampaikan pentingnya langkah transformatif dalam kerja sama subregional guna meningkatkan ketahanan konektivitas dan rantai pasok kawasan.

Pembahasan itu menjadi bagian dari evaluasi dan pemantauan perkembangan berbagai proyek yang tercantum dalam Implementation Blueprint (IB) periode 2022-2026, sekaligus menjadi fondasi penyusunan Implementation Blueprint periode 2027-2031.

"Rantai pasok kawasan bukan lagi sekadar garis lurus di atas peta, melainkan 'arteri hidup' yang membuka peluang ekonomi riil bagi masyarakat subregional. Ketika jalur pelayaran utama seperti Selat Malaka mengalami perlambatan, dampaknya langsung dirasakan oleh perekonomian subregional," jelas Deputi Edi.

Menurut dia, konektivitas kawasan perlu dikembangkan tak hanya sebagai jaringan infrastruktur fisik, namun juga sebagai bagian dari penguatan rantai pasok yang mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan IMT-GT.

Indonesia turut menekankan pentingnya penguatan kemitraan dengan mitra pembangunan eksternal, termasuk Bank Pembangunan Asia (ADB), yang selama ini memberikan dukungan dalam pengembangan kapasitas, bantuan kota hijau, hingga penyusunan Implementation Blueprint 2027-2031.

Indonesia juga mendorong agar informasi mengenai fasilitas dan program ADB dapat disebarluaskan secara lebih baik kepada pemerintah daerah sebagai pemangku kepentingan utama dalam pelaksanaan kerja sama IMT-GT.

Adapun pertemuan SOM IMT-GT ke-33 merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 yang berlangsung pada 7-10 September 2026 di Medan, Sumatera Utara.

Pertemuan tersebut sekaligus menandai penyerahan estafet Keketuaan (Chairmanship) SOM IMT-GT dari Thailand kepada Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Ekonomi
Investasi RI Tak Efisien: M...
Nasional
KPK Usut Mobil Mewah untuk ...
Advertisement
Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.