Kesehatan Saluran Cerna Anak Jadi Perhatian, GIC Dorong Kolaborasi Multidisiplin
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 11:10 WIB | Oleh: Haryo BronoAndy mengatakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mendukung kesehatan saluran cerna adalah intervensi nutrisi berbasis sains, termasuk sinbiotik.
“Intervensi nutrisi berbasis sains, termasuk sinbiotik, dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung kesehatan saluran cerna. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sinbiotik dapat membantu memulihkan disbiosis usus pada anak yang lahir secara caesar,” tutur Andy.
Materi GIC juga menyebutkan pemberian biotik seperti prebiotik, probiotik, dan sinbiotik sebagai salah satu upaya untuk membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mendukung kesehatan saluran cerna sekaligus penyerapan nutrisi anak.
Kesehatan saluran cerna juga memiliki keterkaitan dengan sistem komunikasi dua arah antara saluran cerna dan otak yang dikenal sebagai gut-brain axis (GBA). Melalui mekanisme tersebut, kondisi saluran cerna, termasuk mikrobiota usus, dapat berkaitan dengan regulasi emosi, perilaku, dan fungsi kognitif. Sebaliknya, kondisi psikologis dan fungsi otak juga dapat memengaruhi fungsi saluran cerna.
Psikolog Klinis Senior, Dra. A. Ratih Andjayani Ibrahim, M.M., mengatakan bahwa tumbuh kembang anak perlu dilihat secara menyeluruh karena kesehatan fisik, kognitif, dan emosional saling berkaitan.
“Semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan adanya keterkaitan antara kesehatan saluran cerna dan perkembangan kognitif, perilaku, serta emosional anak,” jelas Ratih.
Menurut dia, perkembangan kognitif dan emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kecukupan nutrisi, stimulasi, dan lingkungan. Gangguan kesehatan yang berulang dapat memengaruhi kenyamanan, suasana hati, serta kesiapan anak untuk beraktivitas dan menerima stimulasi yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang.
GIC Jadi Wadah Kolaborasi Multidisiplin
Seiring meningkatnya perhatian terhadap mikrobiota usus dan biotik, kebutuhan terhadap penguatan bukti ilmiah, edukasi, dan kolaborasi lintas disiplin turut meningkat. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang pembentukan Gut and Immunity Council (GIC) sebagai platform ilmiah multidisiplin.
GIC mempertemukan berbagai pakar untuk meningkatkan pemahaman mengenai mikrobiota usus, kesehatan saluran cerna, imunitas, dan peran biotik di Indonesia.
Andy menjelaskan bahwa GIC memiliki empat area utama, yaitu kesehatan saluran cerna, imunitas, biotik untuk kondisi khusus, dan advokasi biotik.
“Melalui kolaborasi multidisiplin, GIC menjalankan tiga peran utama, yakni mendorong edukasi melalui pengembangan bukti ilmiah dan peningkatan kapabilitas tenaga kesehatan, memperkuat advokasi melalui kolaborasi dengan organisasi profesi medis dan organisasi lainnya, serta meningkatkan komunikasi melalui materi edukasi berbasis sains bagi tenaga kesehatan dan orang tua,” kata Andy.
Menurut Andy, GIC juga diarahkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan, diskusi berbasis bukti, dan kolaborasi lintas bidang. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat bukti ilmiah di tingkat lokal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mikrobiota usus, kesehatan saluran cerna, sistem imun, dan biotik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!