Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nunggu Pasokan, Warga di Makassar Antre Beli BBM di SPBU sejak Subuh

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 11:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nunggu Pasokan, Warga di Makassar Antre Beli BBM di SPBU sejak Subuh Doc: ANTARA
Ket. Seorang melihat situasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umu (SPBU) yang ditutup menunggu pasokan BBM dari Integrated Terminal Makassar (eks Terminal BBM) PT Pertamina Patra Niaga, di Jalan Aroepala (eks Letjen Hertasning) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026).

MAKASSAR – Sejumlah warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan, rela mengantre sejak Kamis subuh, menunggu pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan didistribusi PT Pertamina Patra Niaga pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), karena khawatir tidak kebagian bensin untuk digunakan beraktivitas.

"Saya memang sejak subuh rela menunggu antre bensin di SPBU Manggala, jangan sampai habis lagi. Antreannya sangat panjang," ucap Heru menuturkan usai berjuang mendapatkan bensin di SPBU Manggala, Makassar, Kamis (10/9).

Dari pantauan lain di dua SPBU Jalan Letnan Jenderal Hertasning dan Aroepala (eks Letjen Hertasning) sejak pagi buta, sudah terlihat masyarakat berkumpul menunggu pasokan BBM. Mereka menunggu tanpa kejelasan ketersediaan bahan bakar itu. 

"Bensinnya sudah habis. Belum masuk (jatah BBM) Pak, katanya sementara pengiriman. Memang sudah pesan sejak kemarin, tapi belum datang, belum tahu kapan masuk. Sekarang bisa dicek di aplikasi, tapi belum ada respons dari Pertamina," tutur Wawan, pegawai SPBU nomor 74.902.50 Jalan Aroepala.  

Ia juga menunjukkan aplikasi alur distribusi stok BBM yang dipasok dari Integrated Terminal Makassar (eks Terminal BBM) di Jalan Nusantara. Terlihat belum ada tanda-tanda pengiriman waktunya. "SPBU hanya menjual BBM pak, kami tidak tahu kapan datang (pasokannya)," ucapnya singkat. 

Sementara itu, sejumlah SPBU di beberapa tempat dijaga aparat kepolisian serta petugas Dinas Perhubungan. Mereka mengatur kendaraan roda empat yang sudah parkir di badan jalan sejak malam untuk antre lebih pagi. Antreannya sangat panjang hingga menimbulkan kemacetan parah. 

"Sampai kapan begini terus, masyarakat terus-terus kesulitan bahan bakar. Bukan hanya bensin subsidi yang antre, BBM non subsidi juga sama. Pertamina harus menjelaskan permasalahan sebenarnya kepada publik," tutur Usman pria paruh baya berprofesi sebagai supir itu.  

Selain BBM bersubsidi sulit diperoleh dan harus berjuang antre mendapatkannya, begitu pun BBM non subsidi kehabisan di SPBU membuat kondisi ketahanan energi ini menjadi sangat memprihatinkan. Tidak hanya di SPBU, ironisnya, Pom mini tak resmi juga terlihat antrean padat pembeli bensin. 

Sebelumnya, Pimpinan DPRD Sulsel mendatangi Kantor PT Pertamina Regional Sulawesi di Jalan Garuda untuk bertemu direksi guna mengetahui duduk persoalan yang menjadi penyebab fenomena antrean panjang di semua SPBU wilayah Sulsel sejak dua bulan terakhir. 

"Banyak aspirasi yang masuk kepada kami, antrean panjang di SPBU hingga memacetkan jalan. Kami minta bukan jawaban atau pun penjelasan, tetap apa langkah konkret Pertamina mengatasi kejadian ini dan apa yang kini dihadapi masyarakat," ucap Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi menekankan dalam pertemuan itu.     
 
Sementara, Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom merespons hal itu ditengarai oleh banyak faktor dan tingginya permintaan sehingga terjadi hal demikian. Selain itu, adanya faktor panic buying (pembelian panik).   

"Kenaikan demand (permintaan) dari sektor-sektor pariwisata, logistik, dan itu juga memiliki peranan yang cukup besar. Stok selalu kami suplai ke SPBU, tidak pernah putus setiap hari, tetapi antrean terus saja terjadi," katanya menangkis. 

Pihaknya mengakui, perilaku konsumen yang tidak bisa dikontrol dan konsumen terpancing dengan informasi atau berita hoaks. "Berita-berita yang beredar sepertinya akan ada kenaikan harga BBM, akan ada kenaikan harga elpiji, itu tidak benar," katanya beralasan. 

Berdasarkan penelusuran di sejumlah akun media sosial yang sering viral, tidak ada narasi isu adanya kenaikan BBM subsidi. Hanya ada video antrean panjang berjam-jam serta keluhan masyarakat di SPBU, maupun pengumuman per 15 September 2026 masyarakat membeli bensin subsidi wajib menunjukkan STNK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Ekonomi
Indonesia Perkuat Perikanan...
Advertisement
Akhirnya Ikuti Tren Android, Apple Luncurkan iPhone Duo - Ponsel Lipat dan Ujian Pertama CEO Baru John Ternus

Akhirnya Ikuti Tren Android, Apple Luncurkan iPhone Duo - Ponsel Lipat dan Ujian Pertama CEO Baru John Ternus

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.