Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemprov Kalbar Minta Perusahaan Sawit Turut Tangani Karhutla

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemprov Kalbar Minta Perusahaan Sawit Turut Tangani Karhutla Doc: ANTARA
Ket. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memimpin rapat koordinasi bersama para pelaku usaha perkebunan dan perusahaan kelapa sawit di Ruang Rapat Arwana, Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (10/9/2026).

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) meminta industri kelapa sawit memperkuat kontribusi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan meningkatkan manfaat keberadaan perusahaan bagi kesejahteraan masyarakat.

"Penanggulangan karhutla bukan hanya tugas pemerintah pusat, TNI, Polri, BNPB, maupun pemerintah daerah. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha,” kata Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan saat memimpin rapat koordinasi dengan pelaku usaha perkebunan dan perusahaan sawit di Pontianak, Kamis. 

Krisantus mengatakan dunia usaha memiliki tanggung jawab bersama pemerintah dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan, terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan. 

Ia menyebutkan berdasarkan data yang diterima pemerintah, luas lahan terbakar di Kalbar mencapai sekitar 38.000 hektare. Sebagian besar telah ditangani, namun masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan pemadaman dan pengendalian berkelanjutan. 

Karena itu, Krisantus meminta perusahaan meningkatkan pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan, serta penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasional masing-masing agar api tidak berkembang menjadi lebih luas.

Selain persoalan karhutla, dia meminta industri sawit memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal, penghormatan terhadap kearifan lokal, pemenuhan kewajiban perpajakan, serta pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

"Investasi tentu kita sambut baik. Tetapi investasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah. Ada tanggung jawab sosial, lingkungan, dan kewajiban terhadap daerah yang harus dilaksanakan," tuturnya.

Krisantus juga mendorong perusahaan bersikap kooperatif dalam setiap koordinasi dengan pemerintah, khususnya ketika membahas persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Menurut dia, pemerintah tetap membuka ruang dialog dan akan melakukan pembinaan serta pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Megapolitan
Pembahasan Anggaran Jangan ...
Megapolitan
Karir Jakarta Sediakan 12.0...

Mantap, Pemain Voli Putri Yogyakarta Jadi Model

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mantap, Pemain Voli Putri Y...
Nasional
DPR Minta Pemerintah Evalua...
Luar Negeri
PBB Desak Houthi Hentikan S...

Cara Mengatasi Bentrok Hobi Orangtua dan Kepentingan Anak

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Cara Mengatasi Bentrok Hobi...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.