Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Mentah Melonjak Seiring Iran Perketat Kendali atas Selat Hormuz

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pasukan Garda Revolusi Iran juga mengatakan mereka menyerang pangkalan militer AS di Yordania sebagai tanggapan atas penghancuran lima kapal tanker minyak Iran oleh pasukan AS sehari sebelumnya.

Tentara Yordania menembak jatuh 18 rudal yang ditembakkan ke negara itu, kata pernyataan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan terhadap kapal tanker minyaknya sebagai "ancaman nyata terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional", dan mengatakan serangan tersebut "meningkatkan bahaya ketegangan di kawasan tersebut".

Pernyataan itu menyebutkan bahwa penargetan fasilitas militer AS di wilayah tersebut adalah "pembelaan diri".

Pihak militer AS sendiri mengatakan bahwa mereka menanggapi serangan Iran yang menargetkan kapal perang Amerika, insiden kedua dalam waktu kurang dari seminggu.

Perang yang Panjang? 

Garda Revolusi Iran mengatakan perang dapat diakhiri jika Washington memenuhi syarat-syaratnya, yang termasuk tuntutan terkait perang di Lebanon dan Yaman.

"Negara itu harus... menahan diri dari ancaman baru, menarik pasukan rezim Israel dari Lebanon, mengakhiri blokade Yaman, melepaskan aset Iran yang dibekukan senilai 24 miliar dolar AS, dan menahan diri dari campur tangan apa pun dalam kemampuan nuklir dan rudal negara itu," kata Mohebi, menurut kantor berita Fars.

Saat Washington berupaya mencekik Iran secara ekonomi, dewan gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada hari Rabu memutuskan untuk merujuk Iran ke Dewan Keamanan PBB terkait "ketidakpatuhan" nuklirnya, dalam langkah diplomatik yang menambah tekanan pada Teheran.

Resolusi yang dilihat oleh AFP, diadopsi dengan suara 23-3 dengan delapan abstain, kata mereka. Russia, Tiongkok, dan Niger menentangnya.

Perwakilan Iran di badan pengawas nuklir PBB mengatakan resolusi itu disahkan di bawah tekanan AS, dan menyatakan bahwa resolusi tersebut "tidak memiliki dasar dan tidak akan membawa hasil apa pun".

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengulangi klaimnya bahwa Iran akan segera runtuh.

"Tugas utama adalah menjatuhkan rezim teror di Iran. Kita sudah sangat dekat dengan itu," katanya pada hari Rabu saat kunjungan pasukan di Suriah selatan, tempat Israel menduduki wilayah yang disebutnya sebagai "zona keamanan".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Telkom Akses Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards 2026

1.5 jam yang lalu | Paundra Zakirulloh

Rona
Telkom Akses Raih Tiga Peng...
Advertisement
Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Jakarta Masuk Tanah dalam 5 Tahun, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah

Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Jakarta Masuk Tanah dalam 5 Tahun, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.