Akupunktur Jadi Terapi Pendukung Pemulihan Cedera Olahraga
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 18:02 WIB | Oleh: Haryo BronoBagaimana Akupunktur Membantu Pemulihan?
Akupunktur dilakukan dengan menusukkan jarum berukuran sangat halus pada titik-titik tertentu di tubuh. Dalam akupunktur medik, prosedur tersebut diintegrasikan dengan ilmu kedokteran modern yang mempertimbangkan anatomi, fisiologi, patologi, serta prinsip kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine).
Karena itu, akupunktur medik tidak hanya mempertimbangkan titik akupunktur berdasarkan pendekatan tradisional, tetapi juga struktur jaringan, persarafan, pembuluh darah, otot, serta respons biologis tubuh terhadap rangsangan jarum.
Tindakan tersebut dapat menimbulkan rangsangan mekanik ringan pada jaringan. Rangsangan kemudian berinteraksi dengan sistem saraf dan berbagai mekanisme biologis lokal.
Menurut dr. Handaya, respons tersebut antara lain dapat melibatkan mediator kimia tubuh seperti histamin, prostaglandin, dan nitric oxide (NO). Pelepasan mediator tersebut berhubungan dengan pelebaran pembuluh darah dan peningkatan aliran darah di sekitar area yang mendapatkan stimulasi.
Peningkatan sirkulasi lokal membantu distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan. Sirkulasi yang lebih baik juga mendukung proses metabolisme serta pemulihan jaringan.
Pada jaringan seperti otot, tendon, atau ligamen yang mengalami cedera, proses pemulihan membutuhkan berbagai tahapan biologis, termasuk pembentukan kolagen yang berperan penting terhadap kekuatan dan elastisitas jaringan.
Akupunktur juga memberikan stimulasi terhadap sistem saraf. Stimulasi tersebut memengaruhi pelepasan berbagai neurotransmiter dan mediator, termasuk endorfin, enkefalin, serta serotonin, yang berkaitan dengan mekanisme pengaturan nyeri.
"Dengan menurunnya persepsi nyeri, otot dapat menjadi lebih rileks dan pasien diharapkan dapat menjalani latihan rehabilitasi dengan lebih nyaman," kata dr. Handaya.
Bukan Pengganti Rehabilitasi Utama
Meski dapat digunakan untuk membantu proses pemulihan, akupunktur bukan pengganti penanganan utama cedera olahraga.
Terapi ini menjadi bagian dari pendekatan multimodal yang melibatkan pengobatan medis, fisioterapi, latihan rehabilitasi, serta evaluasi dokter. Jenis terapi dan frekuensi akupunktur perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Hal ini penting karena jenis cedera olahraga sangat beragam. Penanganan cedera otot ringan tentu berbeda dengan cedera ligamen, tendon, dislokasi, atau patah tulang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!