Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Terapkan Aplikasi Berbasis “AI” di INSW untuk Tingkatkan Penerimaan Negara

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 17:55 WIB | Oleh:
Menkeu Terapkan Aplikasi Berbasis “AI” di INSW untuk Tingkatkan Penerimaan Negara Doc: RRI/Magdalena Krisnawati
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, akan membenahi sistem di Indonesia National Single Window (INSW) untuk meningkatkan potensi penerimaan negara. Pembenahan dilakukan pada sistem database dengan mengembangkan aplikasi berbasis artificial intelligence (AI) untuk memudahkan pengolahan dan analisis data.

"Kita akan kembangkan aplikasi yang menggunakan AI. Aplikasi ini untuk membantu para analis kita melihat potensi pendapatan yang mungkin diperoleh dengan perbaikan sistem," kata Menkeu Purbaya usai melakukan peninjauan ke kantor Lembaga National Single Window (LNSW) di Jakarta, Rabu (9/9).

Menurutnya, LNSW merupakan penyelenggara sistem INSW. Setiap pengajuan perizinan dalam rangka ekspor dan impor datanya tersimpan di dalam sistem INSW dan datanya sangat besar.

Namun, data tersebut belum sepenuhnya terintegrasi sehingga proses analisis masih menghadapi sejumlah kendala. Pengolahan data secara manual, kata Menkeu, menyulitkan pemerintah memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi dan perdagangan.

"Bahkan dengan program komputer sekalipun, analisis bisa menjadi kurang optimal apabila data belum terintegrasi dengan baik. Karena itu, Kementerian Keuangan berupaya mengembangkan aplikasi dengan memanfaatkan AI," ujar Menkeu.

Teknologi tersebut akan membantu para analis membaca data dalam jumlah besar. "Sekaligus mengidentifikasi potensi penerimaan negara yang selama ini mungkin belum terlihat," ucap dia.

Menurut Menkeu, keberadaan LNSW sebagai pengelola INSW memiliki peran penting dalam membantu pemerintah melakukan analisis perdagangan dan penerimaan negara. "Lembaga National Single Window mungkin gak banyak orang tahu, tapi cukup powerful dan membantu analisa kami," ujar dia.

Pembenahan sistem dan data di INSW harapannya dapat mendeteksi potensi pajak maupun penerimaan lain sejak awal. Apalagi sistem berbasis AI yang akan diterapkan akurasinya cukup tinggi.

Sistem berbasis AI itu juga akan dikembangkan lebih jauh sehingga mampu memprakirakan potensi pembayaran penerimaan negara yang seharusnya dilakukan setiap perusahaan.

Menkeu Purbaya lebih lanjut mengatakan, dengan cara tersebut pemerintah dapat dapat melakukan pengawasan terhadap transaksi yang sedang berlangsung. Selain itu, juga dapat melacak aktivitas ekonomi yang dilakukan sebelumnya.

"Ke depan nggak ada yang bisa main-main lagi. Pemerintah akan menggunakan data secara lebih terintegrasi untuk memantau aktivitas perusahaan," ujar Menkeu. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.