Uni Eropa Siapkan Aturan 'Beli Produk Eropa' untuk Batasi Keunggulan Barang Tiongkok
📅 Rabu, 09 Sep 2026, 21:35 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SLangkah ini sekaligus menandai perubahan pendekatan Uni Eropa yang selama bertahun-tahun dikenal mengedepankan prinsip pasar terbuka. Brussel kini semakin aktif menggunakan kebijakan industri untuk melindungi dan memperkuat kapasitas produksi di dalam blok tersebut.
Aturan pengadaan publik terbaru juga menjadi perhatian Inggris. Namun, Komisi Eropa menyatakan perusahaan Inggris tidak akan otomatis kehilangan akses karena kedua pihak memiliki kesepakatan yang mengatur akses pasar pengadaan publik secara timbal balik.
Séjourné mengatakan negara-negara di luar Uni Eropa yang memiliki perjanjian pengadaan dengan blok tersebut juga diperkirakan tetap mendapatkan akses.
Komisi Eropa akan menyediakan perangkat daring yang memungkinkan lembaga publik memeriksa negara mana saja yang memiliki hubungan pengadaan dengan Uni Eropa melalui perjanjian perdagangan bebas maupun kesepakatan internasional.
Salah satu indikatornya adalah keanggotaan dalam Agreement on Government Procurement (GPA) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Perjanjian tersebut memiliki 22 anggota, termasuk Uni Eropa, Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Jepang. Tiongkok daratan belum menjadi pihak dalam perjanjian tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!