Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Cek Berkala Kualitas Udara setelah Terpapar Abu Vulkanik

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 07:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Cek Berkala Kualitas Udara setelah Terpapar Abu Vulkanik Doc: ANTARA
Ket. Sistem Pemantauan Kualitas Udara (SIPAKU) merupakan alat pemantau atau Air Quality Monitorung System (AQMS) yang digunakan untuk memonitoring kualitas udara, termasuk mengambil berbagai sampel data terkait kondisi kualitas udara di Kota Tangerang.

TANGERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Provinsi Banten, melakukan pengukuran berkala kualitas udara di sejumlah wilayah setelah terpapar abu vulkanik melalui data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari ISPUNet KLH yang dihimpun melalui empat stasiun pemantauan.

Kepala DLH Kota Tangerang, Yudi Pradana, di Tangerang, Rabu (09/9), mengatakan selama dua hari pemantauan yang dilakukan, kondisi kualitas udara masih berada pada kategori sedang atau warna biru pada indikator ISPU.

"Kalau kita melihat data yang disajikan, kualitas udara di Kota Tangerang saat kondisi terpapar abu vulkanik masih dalam kategori sedang atau dapat diterima. Namun, kita terus mendata berkala demi memastikan kondisinya aman," kata Yudi.

Empat stasiun yang menjadi titik pemantauan tersebut, yakni Tangerang Kali Pasir, Tangerang Pasir Jaya, Tangerang Benteng Betawi, dan Tangerang Karang Tengah.

Yudi menambahkan pemantauan dilakukan terhadap perkembangan kualitas udara, khususnya pada parameter pencemar yang menjadi indikator kritis di masing-masing stasiun.

Sebab, data kualitas udara menjadi salah satu indikator penting dalam membuat kebijakan dan keputusan untuk masyarakat dan pihak lainnya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker, menjaga lingkungan, mengurangi aktivitas yang dapat meningkatkan emisi, serta mengikuti informasi kualitas udara dari kanal resmi pemerintah,” ujarnya.

​​Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, M. Nugraha Kartadinata mengatakan saat ini masih terjadi erupsi bertipe strombolian. Erupsi ini berpotensi melontarkan material hingga jangkauan lebih dari dua kilometer.

​"Selain abu vulkanik, erupsi ini juga melontarkan batuan. Karena itu, kami merekomendasikan agar tidak ada aktivitas warga dalam radius 3 kilometer. Kepada wisatawan atau siapa pun, saya imbau untuk tetap menjauh dari radius bahaya," tegas Nugraha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.