Siap-siap! Film Horor Eksorsisme 'Kuasa Gelap: Perjanjian Darah' Tayang di Bioskop Mulai 8 Oktober
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 09:17 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Sekuel drama eksorsis produksi Paragon Pictures, "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" yang disutradarai oleh Rizal Mantovani, segera tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Berbeda dari film pertamanya, film "Kuasa Gelap" kali ini ditayangkan dalam format IMAX yang memberikan tingkat kecerahan dan resolusi lebih baik bagi penonton.
Dalam konferensi pers di Gandaria, Jakarta Selatan, Senin, para pemeran mengungkapkan bahwa mereka tidak diberi tahu sejak awal proses syuting oleh produser, Robert Ronny, bahwa film itu akan didistribusikan ke dalam format IMAX.
Oleh karena itu, para pemeran sama sekali tidak melakukan persiapan teknis yang dikhususkan untuk layar IMAX saat berada di depan kamera.
"Sebenarnya dari awal kami tidak dikasih tahu ya Pak Ron ya, bahwa film ini akan akan ditayangkan di IMAX. Tapi yang bisa kami lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin supaya kami bisa menjadi karakternya," kata pemeran Romo Wicaksono, Kiki Narendra.
Sebaiknya Anda baca juga:
Senada, para pemeran seperti Feby Febiola, Ferry Salim, dan banyak lagi memahami bahwa tuntutan untuk berakting maksimal dalam kesempatan apapun merupakan kewajiban mutlak seorang aktor yang tidak bergantung pada ukuran layar yang akan menayangkan.
"Waktu saya membaca skenario Kuasa Gelap dan saya membaca karakter Linda, saya langsung membayangkan alangkah sulitnya menjadi Linda. Kenapa? Dia di antara dua laki-laki yang kuat. Namun di sini dilema karakter yang diperankan harus bisa sampai ke penonton gitu," kata Feby Febiola.
Layar IMAX yang mampu memperbesar detail visual berkali-kali lipat pada akhirnya menjadi bonus yang menguji kualitas akting mereka.
Segala ekspresi mikro — mulai dari sorot mata ketakutan hingga getaran bibir saat berdoa — akan terpampang tanpa celah di hadapan penonton karena kualitas gambar yang tinggi.
Tantangan sesungguhnya yang dihadapi para aktor di sekuel ini justru terletak pada tingkat kesulitan materi ritual yang meningkat drastis dibandingkan film pertamanya, "Kuasa Gelap" (2024) yang disutradarai oleh Bobby Prasetyo.
Karakter Romo Thomas (Jerome Kurnia) dan Romo Rendra (Lukman Sardi) di sekuelnya harus berhadapan dengan Rephaim, entitas iblis kuno yang jauh lebih kuat dan berbahaya hasil dari belenggu perjanjian darah leluhur.
Menurut Lukman Sardi, konflik yang lebih masif otomatis mengubah struktur ritus pengusiran setan yang ditampilkan.
"Level doa eksorsisme bahasa Latin yang digunakan menjadi jauh lebih berat, panjang, dan bervariasi," kata Lukman Sardi.
Guna memastikan seluruh pelafalan teologis tersebut akurat dan tidak terputus-putus — yang berisiko mengubah makna sakral doa — para pemeran menjalani latihan bahasa Latin secara berkala namun rutin, yang berjalan selama dua hingga tiga bulan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!