Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yili Buka Pabrik sebagai Ruang Belajar bagi Siswa dari Berbagai Daerah

📅 Senin, 28 Sep 2026, 18:25 WIB | Oleh:
Yili Buka Pabrik sebagai Ruang Belajar bagi Siswa dari Berbagai Daerah Doc: Yili Indonesia Dairy
Ket. Para siswa menyimak penjelasan dari tim operasional PT Yili Indonesia Dairy. Lebih dari 17.000 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia telah mengikuti kunjungan edukatif ke pabrik Yili guna mengenal lebih dekat proses produksi, penerapan teknologi, standar kebersihan, dan mutu industri makanan.

JAKARTA — Lebih dari 17.000 siswa dari berbagai daerah di Indonesia tercatat telah mengikuti program kunjungan edukatif ke fasilitas produksi PT Yili Indonesia Dairy. Program yang telah berjalan secara konsisten sejak 2023 ini memberikan kesempatan berharga bagi para pelajar untuk menyaksikan secara langsung proses pembuatan es krim Joyday sekaligus mengenalkan penerapan teknologi mutakhir dalam industri makanan dan minuman.

Kegiatan kunjungan pabrik ini rutin digelar setiap bulannya dan terbuka bagi siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi. Namun, mayoritas peserta saat ini didominasi oleh pelajar dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang mencakup sekitar 60 hingga 70 persen dari total keseluruhan peserta.

Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, mengungkapkan bahwa proses belajar bagi anak-anak tidak seharusnya hanya dibatasi oleh teori di dalam buku kelas, melainkan juga harus diperkaya melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Program kunjungan pabrik ini telah berlangsung sejak 2023 dan menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan. Kami menerima kunjungan dari jenjang TK hingga perguruan tinggi, namun saat ini mayoritas sekitar 60-70 persen merupakan siswa dengan jenjang SMP hingga SMA,” ujar Yu Miao melalui keterangan resminya pada Senin (28/9/2026).

Mengenal Lebih Dekat Proses Produksi dan Teknologi Industri

Selama kunjungan berlangsung, para siswa diajak berkeliling untuk melihat berbagai tahapan produksi es krim Joyday secara transparan. Mereka didampingi untuk meninjau fasilitas pabrik, termasuk area galeri interaktif dan ruang observasi khusus yang dirancang untuk memberikan edukasi proses manufaktur secara aman.

Melalui kegiatan ini, para pelajar tidak sekadar memperoleh informasi produk, tetapi juga diperkenalkan secara langsung pada penerapan teknologi modern, standar mutu tinggi, aspek kebersihan (hygiene), serta budaya inovasi di sektor industri makanan dan minuman.

Pengalaman nyata melihat alur produksi ini diharapkan mampu membantu siswa menjembatani antara teori materi pelajaran di sekolah dengan praktik aplikatif di dunia industri nyata.

Tingginya antusiasme sekolah dari berbagai penjuru daerah juga menjadi sorotan. Pihak Yili mencatat bahwa banyak sekolah yang berasal dari luar Pulau Jawa—termasuk dari wilayah Sumatera dan Kalimantan—turut berpartisipasi atau menunjukkan minat besar untuk mengikuti program kunjungan edukatif ini.

Tingginya angka partisipasi tersebut mencerminkan kuatnya kebutuhan institusi pendidikan terhadap metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning).

Perwakilan pihak sekolah yang turut mendampingi siswa memberikan apresiasi positif terhadap program ini.

“Kunjungan seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi siswa, karena mereka dapat melihat langsung proses produksi dan memahami bagaimana teknologi digunakan dalam industri,” ujar Deliana Sagitalia, S.Si., M.Pd., Kepala Sekolah SDIT El Rifaat Kreatif.

Menurut Deliana, kesempatan melihat langsung proses pembuatan es krim yang kerap dikonsumsi sehari-hari membuat materi pembelajaran di sekolah menjadi jauh lebih konkret, kontekstual, dan mudah dipahami oleh para siswa.

Mendekatkan Dunia Pendidikan dan Sektor Industri

Inisiatif kunjungan pabrik ini menjadi salah satu model nyata dalam mempertemukan dunia pendidikan akademis dengan ekosistem dunia usaha dan industri (DUDI). Melalui interaksi langsung, siswa dapat memahami standar profesional, kedisiplinan kerja, serta pemanfaatan teknologi yang berjalan di balik sebuah produk konsumsi massal.

Yili berkomitmen untuk terus menjadikan fasilitas produksinya sebagai ruang edukasi publik yang inklusif bagi pelajar dari berbagai latar belakang daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Pembangunan Harus Dirasakan...
Ekonomi
Gerakan Pangan Murah Hadir ...
Luar Negeri
Utusan AS Bertemu Presiden ...
Luar Negeri
Nigeria Laporkan Kasus Ebol...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.