Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Bergerak Turun, Mengikuti Bursa Asia dan Global

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 10:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Bergerak Turun, Mengikuti Bursa Asia dan Global Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (29/9) bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global.

IHSG dibuka melemah 29,05 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.118,81. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 607,77.

"Diperkirakan IHSG akan menguji level support berikutnya di 6.000- 6.100,”ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, Ratna mengatakan kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu oleh harga energi, ditambah kecemasan besarnya utang yang diterbitkan oleh perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), dan sinyal kenaikan suku bunga lanjutan The Fed, telah memicu aksi jual besar-besaran pada obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Imbal hasil obligasi pemerintah AS yaitu U.S. 10-year Bond Yield naik lebih dari 5 bps ke level 5,234 persen pada Senin (28/9), di tengah kekhawatiran terhadap inflasi.

Selama pekan ini, investor akan mencermati data-data penting AS yang dapat semakin mempengaruhi prospek kebijakan moneter The Fed, diantaranya data indeks Price Consumer Index (PCE) AS pada Rabu (30/9) sebagai indikator inflasi yang diamati oleh The Fed.

Selain itu, investor akan mencermati data ketenagakerjaan AS, dengan jadwal publikasi survei Job Openings and Labor Turnover (JOLTS) bulan Agustus 2026 pada Selasa (29/9), serta laporan NonFarm Payrolls (NFP) bulan September 2026 pada Jumat (02/10).

Sementara itu, harga minyak mentah menurun dari level tertinggi harian pada Senin (28/9), setelah adanya laporan bahwa Arab Saudi meningkatkan operasional jalur pipa vital Timur-Barat setelah perbaikan, dengan harga minyak Brent ditutup di level 108 dolar AS per barel.

Dari dalam negeri, meningkatnya kembali harga minyak di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah telah meningkatkan risiko terhadap naiknya kembali laju inflasi. Apabila inflasi meningkat di atas target Bank Indonesia (BI), dikhawatirkan akan membuat BI harus menaikkan suku bunga acuannya.

Berdasarkan penilaian BI, setiap kenaikan BI Rate sebesar 25 bps diperkirakan dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1 persen, yang membuat BI saat ini masih mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.

BI juga memilih menggunakan instrumen lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendorong aliran modal masuk.

Selain itu,meningkatnya indeks dolar AS akibat tingginya harga minyak yang memicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut dan kenaikan yield US-Treasury, menimbulkan potensi terjadinya capital outflow dari negara berkembang sehingga mendorong pelemahan Rupiah.

Sebelumnya, BI telah memberikan insentif biaya lindung nilai untuk aliran modal masuk yang bertujuan untuk mendorong masuknya dana asing tanpa harus menaikkan BI Rate atau SRBI.

Insentif hedging yang telah diterapkan sekitar satu bulan ini telah mendorong aliran modal masuk sekitar US$ 6 miliar melalui Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) maupun swap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.