Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Abu Vulkanik Bahaya untuk Tubuh, Simak Tips Membersihkannya

5 Minggu, 06 Sep 2026, 19:26 WIB | Oleh:
Waspada! Abu Vulkanik Bahaya untuk Tubuh, Simak Tips Membersihkannya Waspada! Abu Vulkanik Bahaya untuk Tubuh, Simak Tips Membersihkannya Doc: ANTARA/Handout.
Ket. Tangkapan layar - Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. Minggu (6/9).

JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman membeberkan bahaya dari abu vulkanik bila mengenai tubuh dan tata cara membersihkan yang tepat.

"Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena ini mengandung silika yang seperti serpihan kaca yang tajam dan bisa merusak khususnya pada organ yang terkena antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit," kata Dicky di Jakarta, Minggu (6/9).

Dicky menyampaikan adanya paparan abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan karena menyebabkan iritasi. Pada mata akan menyebabkan kemerahan, perih, berair dan sensitif cahaya sampai dengan membuat luka goresan.

Mata juga bisa terkena peradangan konjungtivitis yang menimbulkan kemerahan, rasa terbakar, juga fotosensitivitas atau sensitif pada sinar matahari.

Pada saluran pernapasan, dia menyampaikan hal ini bisa menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, pilek, batuk kering jika terkena paparan tinggi dan sesak atau nyeri di dada.

Gejala, katanya, dapat semakin memburuk pada penderita asma atau bronkitis kronis seperti muncul batuk berdahak, napas berbunyi atau mengi.

"Penderita disarankan menghindari aktivitas berat saat abu vulkanik di udara yang sedang tinggi dan ya bersirkulasi, karena napas yang lebih cepat ini akan menarik partikel harus dari abu vulkanik lebih dalam ke paru. Selain itu, abu vulkanik segar maksud saya, bisa memiliki lapisan asam yang menambah efek iritasi pada paru dan mata sebelum tersapu hujan," katanya.

Maka dari itu, semua pihak perlu membersihkannya segera mungkin menggunakan air. Upayakan untuk tidak menggosok abu pada permukaan atau mengibas pakaian supaya penyebaran tidak semakin meluas.

Selain itu, ia merekomendasikan pada masyarakat untuk menutup jendela dan pintu secara rapat.

Menurutnya pintu dapat dibuka jika sewaktu-waktu dibutuhkan saja atau sesekali ketika memang harus pergi beraktivitas keluar. Gunakan pakaian tertutup untuk mengurangi paparan pada kulit.

Pencegahan masuknya abu ke dalam paru dapat dilakukan dengan mengenakan masker seperti N95 yang dapat menutup mulut maupun hidung rapat.

"Jangan lupa karena ini adalah debu silika yang tajam jadi gunakan pelindung mata dengan kacamata ataupun bisa kacamata. Kalau mata teriritasi, segera bilas dengan air bersih," ucap Dicky.

Dicky meminta semua pihak yang memiliki keluhan seperti sesak nafas, nyeri dada maupun gangguan pada mata untuk segera pergi berkonsultasi dengan pihak medis di fasilitas kesehatan, guna meminimalisasi dampak buruk abu vulkanik pada kesehatan.

"Saya sampaikan bahwa yang harus dilakukan adalah selalu waspada mengikuti berita-berita dari sumber resmi pemerintah dan juga jangan panik, karena panik bahkan bisa merugikan kita semua," ujar Dicky.

Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda tercatat mengalami erupsi menerus dengan intensitas letusan tertinggi sepanjang tahun 2026 yang berlangsung sejak Jumat (4/9) malam hingga hari ini.

Tingginya aktivitas letusan ini juga menghasilkan suara gemuruh dan dentuman yang terdengar hingga ke wilayah pesisir Banten dan Lampung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.