Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Temukan Barang Terlarang di Kamar Napi, Polisi dan TNI Razia Lapas Idi Aceh Timur

5 Kamis, 05 Nov 2026, 20:58 WIB | Oleh:
Temukan Barang Terlarang di Kamar Napi, Polisi dan TNI Razia Lapas Idi Aceh Timur Temukan Barang Terlarang di Kamar Napi, Polisi dan TNI Razia Lapas Idi Aceh Timur Doc: ANTARA/HO-Humas Polres Aceh Timur
Ket. Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto memeriksa blok hunian warga binaan di Lapas Kelas IIB Idi, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (5/11).

BANDA ACEH - Tim gabungan Polres Aceh Timur, TNI, Satpol PP, dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) menyita puluhan barang berbahaya milik warga binaan saat menggelar razia di Lapas Kelas IIB Idi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh.

Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto di Aceh Timur, Kamis (5/11), mengatakan Razia digelar untuk memastikan keamanan dan ketertiban dalam Lapas Idi kondusif.

"Ada sejumlah barang berbahaya yang disita tim gabungan dalam Razia di Lapas Kelas IIB Idi. Selanjutnya, barang berbahaya tersebut diamankan untuk dimusnahkan," katanya

Adapun barang warga binaan yang berbahaya tersebut di antaranya tiga pisau, 34 paku, delapan gunting kuku, tujuh pisau silet, 45 korek api, 11 sendok makan, dua sendok garpu, empat pisau cukur, serta sejumlah potongan kawat.

Kapolres menyebutkan Razia gabungan tersebut selain dari petugas Lapas Idi, juga melibatkan personel Polres Aceh Timur, prajurit TNI, serta petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Timur.

"Selain menggeledah kamar hunian, petugas juga melakukan tes narkoba melalui pemeriksaan urine secara acak terhadap enam warga binaan. Hasil pemeriksaan menggunakan alat rapid test menunjukkan seluruhnya negatif," katanya.

Aris mengatakan razia gabungan tersebut merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan sekaligus mencegah masuk dan beredarnya barang-barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Menurut dia, pengawasan dalam lapas harus dilakukan secara konsisten dan tidak hanya ketika muncul persoalan. Razia ini bukan semata-mata untuk menemukan dan mengamankan barang-barang terlarang, tetapi juga memastikan lingkungan lapas tetap aman, tertib, dan kondusif.

"Kami ingin seluruh warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan baik tanpa terganggu oleh hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan," katanya.

Kapolres menegaskan pelaksanaan razia tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dengan mengedepankan profesionalitas serta menghormati hak-hak warga binaan.

"Penegakan aturan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Setiap personel bekerja secara teliti, terukur, dan profesional. Barang yang ditemukan telah diamankan, didata, serta dilaporkan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan oleh pihak lapas," kata Aris Cai Dwi Susanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.