'Gelombang Biru' Demokrat Merambah ke Pemilihan Negara Bagian di Seluruh AS
Kamis, 05 Nov 2026, 20:45 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Antara
WASHINGTON DC – Gelombang kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS) tidak hanya mengantarkan partai tersebut kembali menguasai Kongres, tetapi juga meluas ke tingkat negara bagian.
Demokrat berhasil merebut mayoritas di sejumlah badan legislatif negara bagian yang sebelumnya dikuasai Partai Republik, sekaligus memperluas kendali politik mereka di berbagai wilayah AS.
Dalam pemilihan pada Selasa (3/11), Partai Demokrat berhasil mengamankan kendali penuh pemerintahan, yakni menguasai kedua kamar badan legislatif serta kursi gubernur, di sedikitnya lima negara bagian. Berdasarkan data lembaga swadaya masyarakat (LSM) State Navigate hingga Rabu (4/11) malam, Demokrat juga berhasil merebut kendali atas sedikitnya 11 badan legislatif negara bagian dari Partai Republik.
Kemenangan tersebut memberikan kewenangan lebih besar kepada Demokrat untuk menentukan arah kebijakan, mulai dari layanan kesehatan hingga perpajakan, di negara bagian seperti Texas dan Georgia yang sebelumnya hanya memiliki pengaruh terbatas dari partai tersebut.
"Partai Demokrat berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan perolehan kursi legislatif negara bagian terbesar di abad ke-21," ujar Direktur Eksekutif State Navigate Chaz Nuttycombe kepada AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini sepertinya bukan sekadar gelombang biru; ini adalah perubahan besar yang dahsyat," imbuhnya.
Salah satu hasil paling mencolok terjadi di Texas. Demokrat berhasil merebut mayoritas di majelis rendah badan legislatif negara bagian tersebut dari Partai Republik untuk pertama kalinya sejak 2002, sekaligus memenangkan kursi gubernur.
Di Georgia, Keisha Lance Bottoms berhasil memenangkan kursi gubernur bagi Demokrat untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade. Partai tersebut juga berhasil mengambil alih kendali majelis rendah badan legislatif negara bagian itu.
Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan akan menggunakan hak veto untuk menolak undang-undang yang diajukan Kongres yang kini dikuasai Demokrat. Langkah tersebut berpotensi memicu kebuntuan politik di tingkat nasional.
Namun, sejumlah pakar menilai kemenangan Demokrat di tingkat negara bagian dapat menjadi jalur alternatif untuk mendorong agenda kebijakan partai tersebut tanpa harus sepenuhnya bergantung pada Kongres.
Pekan ini, Demokrat berhasil menguasai pemerintahan secara penuh di lima negara bagian, yakni Wisconsin, Michigan, Minnesota, Pennsylvania, dan Nevada. Partai tersebut juga hampir mencapai posisi serupa di Arizona hingga Kamis (5/11) pagi.
"Mereka tidak perlu merasa frustrasi akibat hak veto maupun taktik menghambat proses legislasi (filibuster) di Senat, yang sudah pasti akan membuat pihak Demokrat di tingkat nasional merasa frustrasi," ujar Thad Kousser, profesor di University of California, San Diego.
Kousser merujuk pada kondisi ketika Demokrat menguasai jabatan gubernur serta kedua kamar legislatif di tingkat negara bagian.
Kemenangan tersebut memberikan keleluasaan bagi Demokrat untuk menyusun undang-undang di berbagai sektor yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Kousser mencatat, banyak persoalan mendesak yang dihadapi pemilih AS kini justru ditentukan melalui kebijakan pemerintah negara bagian. Salah satunya adalah isu aborsi setelah putusan Mahkamah Agung AS pada 2022 mengakhiri perlindungan hak aborsi di tingkat federal dan menyerahkan kewenangan pengaturannya kepada masing-masing negara bagian.
Selain itu, pembangunan pusat data dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi isu penting, terutama ketika pemerintahan Trump cenderung menghindari langkah-langkah regulasi di sektor tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!