Platform e-commerce Diminta Menko Muhaimin Beri Lapak Khusus UMKM Binaan Pemerintah pada Harbolnas 2026
Kamis, 05 Nov 2026, 18:45 WIB | Oleh: Opik
Doc: Dok UMKM.goid
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meminta platform e-commerce membuka etalase bagi produk UMKM binaan pemerintah dalam gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026.
"Harbolnas ini menjadi momentum yang harus kita manfaatkan untuk memperluas pasar produk UMKM. Jangan sampai produk-produk yang sudah dibina pemerintah justru tidak mendapatkan ruang untuk tampil di platform digital," kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Kamis (5/11).
Hal itu dikatakannya saat menerima audiensi Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan sejumlah pelaku platform digital di Kantor Kemenko PM, Jakarta.
Menurut dia, langkah ini didorong agar momentum belanja online dengan target transaksi Rp40 triliun tersebut juga membuka pasar lebih luas bagi produk hasil pemberdayaan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, asosiasi, dan platform digital untuk memastikan UMKM tidak hanya memperoleh akses pasar, tetapi juga pendampingan agar kapasitas dan daya saing usahanya meningkat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pertemuan tersebut, Menko Muhaimin mendorong tindak lanjut peluang kerja sama Kemenko PM dengan idEA serta para pelaku platform digital.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menerima audiensi Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan sejumlah pelaku platform digital di Kantor Kemenko PM, Jakarta. Antara/HO-Kemenko PM
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu bentuk kolaborasi yang didorong adalah memperluas pemasaran produk UMKM yang dibina kementerian di bawah koordinasi Kemenko PM, di antaranya Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui Harbolnas 2026.
Sementara, Wakil Ketua Umum idEA Syarif Hidayatullah menyampaikan Harbolnas 2025 mencatat transaksi sebesar Rp36,4 triliun, melampaui target Rp33 triliun - 34 triliun. Selain itu, total transaksi tumbuh 17 persen, dengan transaksi produk lokal mencapai Rp16,6 triliun atau sekitar 45,6 persen dari keseluruhan transaksi.
"Ekosistem digital seharusnya tidak hanya berbicara tentang besarnya angka transaksi, tetapi juga bagaimana membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," kata Syarif.
Menurutnya, idEA mendorong tiga agenda pemberdayaan, yakni peningkatan kapasitas UMKM melalui edukasi dan pendampingan, pengembangan wirausaha muda melalui program Goes to Campus, serta perluasan akses pasar produk lokal melalui promosi dan bazar.
Harbolnas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10 - 16 Desember 2026 dengan target transaksi mencapai Rp40 triliun. Target tersebut meningkat sekitar 5 - 10 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!