Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Helikopter Water Bombing Tiba di Banyuwangi Pemadaman Udara Karhutla Kawah Ijen Dimulai

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 15:55 WIB | Oleh:
Helikopter Water Bombing Tiba di Banyuwangi Pemadaman Udara Karhutla Kawah Ijen Dimulai Doc: Istimewa
Ket. Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas telah menyiapkan sejumlah sumber air yang dapat digunakan. Di antaranya embung di kawasan Medco Geothermal.

BANYUWANGI – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur tiba di Paltuding Kawah Ijen, Minggu pagi (6/9) dan langsung dikerahkan untuk membantu memadamkan api di medan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Alhamdulilah pengajuan kami untuk bantuan helikopter water boombing direspon cepat oleh Pemprov Jatim. Terima kasih Ibu Gubernur, semoga kebakaran di Kawah Ijen segera padam," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.  

Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jawa Timur, Bagio, mengatakan operasi pemadaman dari udara diprioritaskan di sekitar jalur pendakian. Area tersebut dinilai penting karena menjadi salah satu kawasan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

"Untuk operasi pemadaman (udara) ini, kita prioritaskan jalur pendakian," ujar Bagio.

Menurutnya, jumlah penyiraman yang dapat dilakukan dalam sehari belum bisa dipastikan. Operasi helikopter bergantung pada ketersediaan sumber air dan kondisi cuaca di kawasan Gunung Ijen.

"Kalau seperti di Semeru, sehari bisa 20 kali, karena lokasi air dekat. Kalau disini (Ijen) kita ngak bisa mutusin. Tergantung dengan weather. Apalagi di atas anginnya kenceng sekali," tutur dia.

Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas telah menyiapkan sejumlah sumber air yang dapat digunakan. Di antaranya embung di kawasan Medco Geothermal.

Ke depan menurutnya BPBD Jatim akan mengusulkan pembuatan embung khusus ke perhutani dan BKSDA di kawasan Ijen untuk mendukung penanganan kebakaran apabila terjadi peristiwa serupa pada waktu mendatang.

"Karena kebanyakan di Jawa Timur ini kita ngak siap untuk itu. Jadi yang sering kita ngambil (air) di kolamnya orang, hotel, embung petani. Tapi tidak masalah kalau keadaan darurat," kata Bagio.

Kawasan di sekitar titik kebakaran telah disterilkan dari wisatawan. Jalur pendakian juga masih ditutup selama proses penanganan berlangsung.

"Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan visual terhadap kondisi kebakaran. Pemantauan tersebut dilakukan untuk menentukan titik api yang menjadi prioritas sebelum helikopter dikerahkan," ucapnya.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Murniawan menambahkan, helikopter ini memadamkan dua titik api yang masih berkobar di kawasan hulu.

"Jadi yang mengarah ke jalur pendakian, sama satu lagi yang jelas yang mengarah ke bawah. Jangan sampai api malah turun dan merembet ke Gunung Ranti," kata Patria.

Patria menjelaskan, salah satu titik kebakaran berada di kawasan yang cukup panjang dan mengarah ke bawah. Namun, di area tersebut terdapat jurang yang dalam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.