El Nino Ekstrem Ancam Karhutla Makin Parah, Pakar Ungkap Cara Penanganannya
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Pakar Hukum Kehutanan Universitas Al-Azhar Indonesia Dr. Sadino mengatakan upaya mitigasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah fenomena El Nino ekstrem harus dilakukan secara cepat, cermat, dan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian.
“Penanganan karhutla dilakukan secara hati-hati dan tidak langsung menggeneralisasi bahwa setiap kebakaran disebabkan oleh perusahaan atau kelompok tertentu. Penyebab kebakaran perlu dibuktikan berdasarkan fakta di lapangan,” kata Sadino dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/9).
Menurut dia, keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan pemegang konsesi, hingga masyarakat, perlu diperkuat untuk menghadapi potensi karhutla yang semakin besar.
Ia mengatakan fenomena El Nino berpotensi memperluas dampak kebakaran sekaligus memperpanjang durasi penanganannya. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta anggaran yang tidak sedikit.
“Kalau dilihat dari kondisi El Nino memang ada potensi ke sana, dampaknya lebih besar dengan waktu yang lebih panjang. Tentu memerlukan biaya besar, maka diperlukan kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Sadino juga menekankan pentingnya penelusuran fire origin atau asal mula api dalam proses investigasi kebakaran. Penentuan titik awal kebakaran dapat membantu mengetahui lokasi pertama kali api muncul, tetapi tidak serta-merta menunjukkan pihak yang menyalakan api atau pihak yang harus bertanggung jawab.
“Fire origin secara satelit mungkin diketahui, tetapi secara faktual sulit dilacak asal-usul apinya,” katanya.
Menurut dia, persoalan tersebut menjadi semakin kompleks karena masih terdapat kawasan hutan dan lahan yang bersifat open access atau tidak terjaga secara optimal.
Oleh karena itu, lokasi kebakaran, titik awal api, sumber api, dan pihak yang bertanggung jawab harus dibedakan dalam proses investigasi agar penanganan karhutla tidak berubah menjadi saling tuding antarpihak.
“Pendekatan berbasis fakta tersebut diperlukan agar penanganan karhutla tidak berubah menjadi saling tuding antarpihak,” ujarnya.
Dalam menghadapi El Nino ekstrem, Sadino menilai kolaborasi harus menjadi pendekatan utama, terutama dalam upaya pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas.
Menurut dia, sarana dan prasarana yang dimiliki perusahaan dapat dioptimalkan untuk membantu penanganan kebakaran. Sementara itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mengerahkan sumber daya manusia serta kemampuan yang dimiliki untuk mendukung operasi di lapangan.
“Jika diperlukan, teknologi seperti modifikasi cuaca juga dapat digunakan sebagai bagian dari upaya menghadapi kondisi El Nino,” kata Sadino.
Di tingkat masyarakat, kelompok-kelompok peduli api di wilayah rawan kebakaran juga perlu kembali digerakkan dan dilibatkan secara aktif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!