El Nino Ekstrem Ancam Karhutla Makin Parah, Pakar Ungkap Cara Penanganannya
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSuntik Gambut
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan metode suntik gambut untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan hingga ke bawah permukaan tanah di Desa Rasau Jaya Tiga, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kepala BNPB Suharyanto di Sungai Raya, Sabtu, mengatakan metode tersebut menjadi salah satu strategi penanganan karhutla karena karakteristik lahan gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran api di atas tanah telah padam.
“Metode tersebut menjadi salah satu strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan karena karakteristik gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan meski kobaran di atas tanah telah padam,” katanya.
Menurut Suharyanto, pemadaman karhutla di Kalimantan Barat terus dilakukan melalui kombinasi operasi darat, operasi udara, dan operasi modifikasi cuaca.
Ia bersama Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Novi Rubadi Sugito memantau langsung proses pemadaman kebakaran di Desa Rasau Jaya Tiga yang telah berlangsung selama enam hari.
“Kita sedang melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Saya mengecek operasi darat yang dipimpin langsung Pak Gubernur dan Pak Pangdam untuk memadamkan di wilayah Kubu Raya, tepatnya di Desa Rasau Jaya Tiga,” ujarnya.
Ia mengatakan luas kebakaran di lokasi tersebut mencapai sekitar tujuh hektare. Namun, proses pemadaman berjalan lambat karena kebakaran terjadi di kawasan gambut. Dalam enam hari penanganan, sekitar enam hektare lahan telah berhasil ditangani.
Karakteristik gambut membuat air tidak cukup hanya disiramkan ke permukaan tanah, tetapi harus dialirkan hingga ke lapisan tempat bara api masih dapat bertahan dan berpotensi memunculkan kembali asap.
“Salah satu tekniknya adalah suntik gambut. Pipa panjang ujungnya tajam, di ujung dikasih pompa agar air langsung masuk ke dalam,” kata Suharyanto.
Ia menjelaskan teknik tersebut memungkinkan air disuntikkan langsung ke lapisan gambut sehingga tanah menjadi basah secara menyeluruh dan bara api di bawah permukaan dapat benar-benar dipadamkan.
Suharyanto menegaskan tantangan utama penanganan karhutla di Kalimantan Barat adalah memastikan api tidak kembali muncul dari dalam gambut. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena asap masih dapat keluar meskipun api di permukaan telah berhasil dikendalikan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan dari sekitar 38.000 hektare lahan yang terdampak karhutla, saat ini sekitar 200 hektare masih dalam penanganan. Sementara itu, jumlah titik api turun dari sekitar 2.000 menjadi lebih dari 100 titik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!