GMSS-SKM Samarinda Kampanye Bersih Sungai Lewat Lomba Pungut Sampah
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim PenulisSamarinda - Komunitas pecinta sungai yang tergabung dalam Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) Samarinda, Kalimantan Timur, melakukan kampanye bersih sungai lewat lomba memungut sampah berbasis olahraga air paddle board berpasangan.
"Ada dua kategori untuk lomba memungut sampah berpasangan ini, yakni kategori dewasa dan kategori anak. Selain itu ada paddle board kelas Fun Paddling Open Man, Fun Paddling Open Woman, dan kelas Junior," ujar Ketua Penyelenggara, Krisdiyanto di Samarinda, Ahad.
Lomba ini digelar untuk memperingati HUT ke- 11 GMS-SKM Samarinda, sekaligus Hari Sungai Sedunia yang diperingati tiap pekan keempat per September, sehingga peringatan ini pun menjadi agenda rutin komunitas tersebut.
Total hadiah dan voucher yang diperebutkan dalam lomba ini sebesar Rp20 juta. Sedangkan para juaranya adalah untuk kelas Fun Paddling Open Man , juara 1 diraih Uwowo, juara 2 Ilham, dan juara 3 Yaser.
Kelas Open Women, juara 1 diraih Afra Mei Sabrina, juara 2 Nia Virnie juara 3 diraih Andien. Kategori Junior, juara 1 diraih Habibi, juara 2 oleh Rayyan, dan juara 3 diraih Salma.
Untuk lomba memungut sampah pasangan kategori dewasa, juara 1 atas nama Afra Mei/Ilham, juara 2 Vito/Daus, juara 3 oleh Iwan/Pasha. Kategori anak, juara 1 diraih Rayan /Habibi, juara 2 Aulia/Salma, dan juara 3 oleh Marya/Risma.
Kris melanjutkan, jumlah peserta yang mengikuti lomba tersebut adalah kategori memungut sampah berpasangan kategori dewasa diikuti 23 pasang atau 46 orang, kategori anak 16 pasang. Kategori fun paddling diikuti 14 pria, 15 wanita, dan 12 anak pada kelas junior.
Sementara Misman, Ketua GMSS-SKM Samarinda, ditemui di sela kegiatan lomba mengatakan bahwa 11 tahun perjalanan komunitas tersebut, banyak liku yang dilalui selama memungut sampah, melakukan edukasi tentang pentingnya sungai, hingga kampanye tidak membuang sampah ke sungai.
Pernah suatu waktu saat ia memungut sampah di tepi sungai, tiba-tiba ada warga yang melempar sampah ke sungai. Ia pun langsung mengambil sampah tersebut di depan mata warga yang membuang tadi, kemudian mengumpulkan untuk selanjutnya dibuang ke tempat penampung sementara.
Misman mengaku sengaja tidak menegur orang yang membuang sampah tersebut. Baginya, dengan mengumpulkan sampah yang dibuang saja, maka warga tadi akan merasa tersindir yang diharapkan di lain hari tidak mengulangi perbuatan tersebut.
"Apakah sekarang tidak ada lagi orang yang membuang sampah ke sungai? Tentu masih, tapi jumlahnya sudah berkurang. Selain sampah, hal lain yang menjadi perhatian kami adalah riparian, sehingga menanam dan merawat pohon di riparian sungai tetap kami lakukan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!