Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlindungan Satwa Harus Jadi Bagian Penanganan Karhutla

6 Jumat, 04 Sep 2026, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlindungan Satwa Harus Jadi Bagian Penanganan Karhutla Perlindungan Satwa Harus Jadi Bagian Penanganan Karhutla Doc: IARI Kalbar
Ket. Tim BKSDA dan IARI mengevakuasi Orangutan Sempurna dari kawasan perkebunan kelapa sawit milik warga di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI meminta pemerintah memperkuat perlindungan satwa di daerah yang tengah mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti di Kalimantan.

"Evakuasi tidak boleh menunggu hingga satwa ditemukan dalam kondisi kritis,” kata Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani dikutip di Jakarta, Jumat (4/9).

Lebih lanjut dia menekankan kejadian karhutla semakin mengancam ekosistem dan keberlangsungan satwa liar. Karhutla, kata Meitri, tidak hanya menyebabkan kerusakan lahan, tetapi juga menghilangkan habitat dan sumber pakan satwa.

Ia kemudian menyoroti temuan seekor orangutan jantan dalam kondisi lemah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada 30 Agustus 2026. Orangutan tersebut diketahui telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

Berikutnya, di Kalimantan Tengah, sekitar 1.717 hektare lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat dilaporkan terbakar hingga 1 September 2026. BKSDA Kalimantan Tengah menyatakan habitat satwa dilindungi turut terdampak. Sejumlah satwa, termasuk ular dan trenggiling, juga ditemukan di kawasan terdampak.

Merespons hal itu, Meitri menegaskan satwa harus menjadi bagian dari desain respons bencana karhutla.

Sebelumnya, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane telah mengonfirmasi kematian satu individu Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Sempurna. Sebelumnya, Sempurna ditemukan tengah mengalami gangguan pernapasan diduga karena paparan asap di Kabupaten Ketapang.

Terkait kasus itu, Murlan mengatakan bahwa laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan satwa liar, khususnya dalam kondisi darurat seperti ketika satwa ditemukan sakit, terluka, atau terdampak karhutla.

“Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
3.000 Tarantula Diselundupk...
Ekonomi
Energi Terbarukan Jadi Anda...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.