Kulon Progo Gaspol Promosikan Paralayang, Sport Tourism Mulai Mengudara
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 20:25 WIB | Oleh: Tim PenulisKULON PROGO – Kebangkitan sport tourism membuka babak baru bagi pariwisata Indonesia, ketika ajang olahraga tidak lagi dipandang sebatas kompetisi, tetapi juga sebagai magnet wisatawan dan penggerak ekonomi daerah.
Berbagai event olahraga mampu mendatangkan pengunjung, memperpanjang aktivitas wisata, sekaligus menghidupkan sektor hotel, kuliner, transportasi, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Potensi tersebut membuat pengembangan sport tourism semakin strategis. Tantangannya adalah memastikan setiap event tidak berhenti sebagai keramaian sesaat, melainkan terintegrasi dengan destinasi, budaya lokal, dan pelaku usaha sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, gencar mempromosikan olahraga paralayang di Bukit Girisembung sebagai upaya menggelorakan kebangkitan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) di kawasan Perbukitan Menoreh.
Langkah promosi tersebut diwujudkan melalui perhelatan Kulon Progo Paralayang Festival 2026 di Kalurahan Banjarasri bertajuk Kejuaraan Ketepatan Mendarat Paralayang “Cakrawala Nusantara” yang berlangsung selama tiga hari pada 4–6 September 2026 dan diikuti 76 atlet dari 10 provinsi di Indonesia.
"Kulon Progo Paralayang Festival ini diharapkan bisa menjadi ajang promosi sport tourism sekaligus memperkenalkan landasan paralayang Girisembung sebagai destinasi baru di Kabupaten Kulon Progo," kata Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman di Kulon Progo, Jumat (4/9).
Ia mengatakan pembangunan fasilitas landasan di Bukit Girisembung itu dilaksanakan secara bertahap pada 2024 hingga 2025 menggunakan alokasi Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
Sebelum festival digelar, paket wisata terbang paralayang telah diuji coba selama 1,5 bulan dan mendapat sambutan positif masyarakat maupun wisatawan.
"Setiap akhir pekan rata-rata ada 20 sampai 30 wisatawan yang mencoba terbang. Ke depan, paket wisata ini juga akan kita integrasikan dengan arung jeram di kawasan Gerbang Samudra Raksa," katanya.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menilai kawasan Girisembung memiliki keunggulan geografis serta bentang alam yang ideal untuk pengembangan wisata petualangan.
"Panorama di Banjarasri sangat indah, mempertemukan pemandangan Perbukitan Menoreh yang sejuk dengan hamparan sawah. Selain itu, kondisi angin di Girisembung memungkinkan aktivitas penerbangan dilakukan hingga 10 bulan dalam setahun sepanjang tidak hujan," kata Agung.
Peresmian landasan paralayang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kulon Progo.
Acara pembukaan turut diramaikan aksi flashmob senam massal warga dan pelajar, pameran puluhan UMKM lokal, hingga pentas seni Jathilan Sanggar Tri Sejati.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Teritorial Lanud Adisucipto Kolonel Lek Kurniawan P Yudhono menyerahkan bantuan bibit tanaman secara simbolis kepada pemerintah kalurahan setempat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!