Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mulai Minggu, Perundingan Teknis AS dan Iran Digelar di Burgenstock Swiss

📅 Senin, 22 Jun 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Mulai Minggu, Perundingan Teknis AS dan Iran Digelar di Burgenstock Swiss Doc: URS FLUEELER/AFP
Ket. Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance.

JAKARTA - Perundingan tingkat teknis antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan digelar pada Minggu (21/6) di Burgenstock, Swiss. Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam keterangannya Sabtu (20/6) menyatakan perundingan itu dalam rangka menindaklanjuti “Nota Kesepahaman Islamabad. 

Menurut pernyataan kementerian, pembahasan itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman Islamabad. Perwakilan dari Amerika Serikat dan Iran akan berpartisipasi dalam perundingan, bersama mediator dari Pakistan dan Qatar.

Pakistan sendiri menyatakan akan terus memfasilitasi proses tersebut sebagai mediator guna mendukung kemajuan implementasi memorandum tersebut.

Sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance mengatakan bahwa perundingan tingkat tinggi dengan Iran dapat berlangsung paling cepat pada Minggu.

“Kami akan menjadwalkan perundingan ketika para pejabat utama dari pemerintah Iran, serta pemerintah Qatar dan Pakistan, tiba,” kata Vance kepada Fox News, seraya menambahkan bahwa hal itu dapat terjadi “secepatnya besok.”

Kementerian Luar Negeri Iran juga menyatakan bahwa delegasi Iran akan melakukan perjalanan ke Swiss untuk menindaklanjuti dan menuntut pelaksanaan komitmen dari pihak lain.

Tetap Bebas

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump pada Sabtu (20/6) mengatakan bahwa pelayaran kapal melalui Selat Hormuz akan tetap bebas selama masa gencatan senjata 60 hari dan setelah periode tersebut berakhir.

Namun demikian, pemimpin AS itu tidak menutup kemungkinan pula bahwa Amerika Serikat dapat mengenakan biaya penggunaan jalur laut tersebut pada masa mendatang.

“Tidak akan ada biaya di Selat Hormuz selama 60 hari masa gencatan senjata, dan tidak akan ada biaya setelah periode 60 hari tersebut berakhir,” tulis Trump di platform Truth Social.

Meski demikian, pemimpin AS itu menambahkan bahwa apabila kesepakatan damai dengan Iran pada akhirnya gagal tercapai, Amerika Serikat dapat memberlakukan biaya pelayaran sebagai “imbalan atas layanan yang diberikan” serta untuk menutupi biaya yang telah dikeluarkan.

Iran akan menutup Selat Hormuz bagi pelayaran sebagai respons atas pelanggaran memorandum perdamaian oleh Amerika Serikat dan berlanjutnya serangan Israel di Lebanon, menurut pernyataan militer Iran, Sabtu (20/6).

Militer Iran menilai AS telah melanggar nota kesepahaman (MoU) perdamaian karena gagal menjalankan klausul pertama kesepakatan itu, yang mencakup gencatan senjata di seluruh front, termasuk Lebanon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.