Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanam 700 Bibit Mangrove untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir Panda

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tanam 700 Bibit Mangrove untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir Panda Doc: Antara
Ket. Sejumlah peserta menanam bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Panda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (2/9/2026).

Bima - Pemerintah dan pemangku kepentingan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menanam sekitar 700 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Panda, Kecamatan Belo, sebagai upaya memulihkan ekosistem pesisir yang mengalami sedimentasi material daratan saat musim hujan.

Kepala Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Wilayah Bima-Dompu, Abdul Rafiq mengatakan penanaman bibit mangrove dilakukan untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

"Penanaman ini selain untuk menjaga ekosistem secara berkelanjutan, mangrove juga memiliki fungsi penting dalam penyerapan dan penyimpanan karbon biru," katanya kepada ANTARA, Rabu.

Ia mengatakan kawasan pesisir Desa Panda dalam beberapa tahun terakhir mengalami sedimentasi material dari daratan yang terbawa aliran air, terutama pada musim hujan.

Menurut dia, keberadaan mangrove dapat membantu menahan sedimen sekaligus memperkuat perlindungan alami kawasan pesisir dari gelombang dan arus laut.

Rafiq mengatakan penanaman mangrove tidak hanya berorientasi pada pemulihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi apabila kawasan tersebut dikembangkan secara berkelanjutan.

Salah satunya melalui pengembangan wisata susur mangrove yang dapat menjadi destinasi wisata berbasis alam di kawasan pesisir Panda.

"Harapannya kawasan ini ke depan dapat menjadi destinasi wisata susur mangrove sehingga memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat pesisir dengan tetap menjaga fungsi ekologinya," ujarnya.    

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Muhammad Akbar mengatakan kawasan pesisir yang bersih dan terawat memiliki potensi dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan.

Menurut dia, ekosistem mangrove yang tumbuh dengan baik dapat dikembangkan menjadi ruang wisata edukasi, fotografi, hingga *mangrove walk* yang berpotensi membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

"Manfaatnya memang tidak langsung terlihat karena bibit yang baru ditanam masih kecil dan membutuhkan waktu untuk tumbuh. Karena itu, pekerjaan berikutnya yang tidak kalah penting adalah merawat dan menjaga agar mangrove yang ditanam dapat bertahan hidup," katanya.

Akbar mengatakan mangrove juga memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan masyarakat pesisir karena menjadi habitat berbagai jenis biota laut, seperti ikan, kepiting, dan udang.

Keberadaan ekosistem mangrove yang sehat, kata dia, dapat membantu menjaga sumber daya pesisir yang menjadi bagian dari mata pencaharian masyarakat.

Penanaman sekitar 700 bibit mangrove tersebut melibatkan unsur pemerintah, BUMN, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Ekonomi
Karhutla Mengganas, Ekonomi...

Angin Kencang Jadi Cobaan Water Bombing Karhutla Gunung Semeru

11 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Angin Kencang Jadi Cobaan W...
Nasional
PWI Tegaskan Tetap Sebagai ...
Daerah
Kafilah Jateng Siap Tampil ...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.